Eks Jenderal Zionis Sebut Israel Bisa Runtuh sebelum Berusia Seabad, Ini Penyebabnya

Senin, 09 Februari 2026 - 09:21 WIB
loading...
Eks Jenderal Zionis...
Mayor Jenderal (Purn) Itzhak Brik memperingatkan Negara Israel bisa runtuh sebelum berusia seabad karena perpecahan internal semakin mendalam dan isolasi internasional. Foto/Nati Shohat/Flash90
A A A
TEL AVIV - Seorang pensiunan jenderal terkenal rezim Zionis telah memperingatkan bahwa Negara Israel bisa runtuh sebelum mencapai usia 100 tahun atau seabad setelah pendiriannya tahun 1948. Alasannya adalah karena perpecahan internal yang mendalam dan keterasingan internasional yang semakin meningkat.

Mayor Jenderal (Purn) Itzhak Brik menyampaikan peringatan tersebut dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh harian Maariv dengan judul “Israel sedang menuju kehancuran, dan hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya.”

Baca Juga: Israel Sesumbar Akan Serang Iran Sendirian Tanpa Perlu Izin AS

“Ketika saya mencoba melihat ke depan, saya bertanya pada diri sendiri: akankah Negara Israel mencapai usia 100 tahun?” tulis Brik dalam artikelnya, yang dikutip Anadolu, Senin (9/2/2026).

Negara Israel didirikan pada tahun 1948 di tanah yang direbut oleh kelompok bersenjata Zionis yang melakukan pembantaian dan menggusur ratusan ribu warga Palestina. Pada tahun 1967, Israel menduduki sisa wilayah Palestina dan terus menolak penarikan pasukan dan pembentukan Negara Palestina.

Brik mengatakan bahwa Israel, selama beberapa dekade, telah menjadi masyarakat yang “terpecah dari dalam". "Ditandai dengan kebencian mendalam antara kelompok sosial, antara kanan dan kiri, dan antara Yahudi dan Arab,” lanjut Brik, sebuah deskripsi keretakan yang menurutnya meresap ke semua aspek kehidupan.

Merujuk pada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Brik mengatakan Israel dipimpin oleh kepemimpinan yang memprioritaskan kelangsungan politik di atas kepentingan publik, menggambarkannya sebagai “berpandangan sempit dan tanpa arah".

Mengenai posisi Israel di kancah global, Brik mengatakan bahwa negaranya semakin dipandang secara internasional sebagai negara yang "menimbulkan rasa jijik dan penolakan". Dia menambahkan bahwa banyak warga Israel memilih untuk beremigrasi ke luar negeri.

Data yang dirilis pada 28 Januari oleh Biro Statistik Pusat Israel menunjukkan peningkatan 39% dalam emigrasi dari Israel pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Brik melanjutkan, ketahanan Israel terkikis di semua sektor, termasuk keamanan, ekonomi, pendidikan, perawatan kesehatan, infrastruktur, dan sains.

Dia lantas menyerukan pemberdayaan generasi muda untuk mengambil alih kepemimpinan dan mengarahkan negara keluar dari krisis saat ini.

"Tantangan yang kita hadapi, mulai dari memulihkan keamanan di utara (dengan Lebanon dan Suriah) dan di selatan (dengan Gaza) hingga membangun kembali ekonomi dan hubungan internasional, membutuhkan energi yang hanya ada di antara mereka yang masih memiliki puluhan tahun kehidupan di depan mereka," tulis Brik.

Dia mengatakan Israel masih bisa melampaui usia 100 tahun. “Jika generasi muda berhasil mengubah keputusasaan menjadi tanggung jawab dan polarisasi menjadi kemitraan intelektual," paparnya.

Selama hampir dua tahun perang genosida Israel di Gaza, para pejabat Israel berulang kali mengakui bahwa negara tersebut menghadapi krisis politik, keamanan, ekonomi, dan media yang serius. Kemarahan publik dan pejabat global juga meningkat atas tindakan Israel di seluruh wilayah tersebut.

Pada 8 Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Gaza yang berlangsung hampir dua tahun, menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya.

Selama periode yang sama, Israel juga melancarkan perang melawan Lebanon dan Iran pada berbagai tahap, melakukan serangan udara dan serangan darat di Suriah, melakukan serangan di Yaman, dan melakukan serangan udara di Qatar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Berita Terkini
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Trump Terkejut Lihat...
Trump Terkejut Lihat Banyak Orang Tangisi Khamenei: Saya Pikir Orang-orang Membencinya
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
Iran Gelar Salat Jenazah...
Iran Gelar Salat Jenazah untuk Khamenei dan 4 Anggota Keluarganya yang Dibunuh AS-Israel
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved