Hamas Tolak Pelucutan Senjata dan Pemerintahan Asing di Gaza
Senin, 09 Februari 2026 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Hamas telah berulang kali mengatakan bahwa pelucutan senjata adalah garis merah, meskipun telah mengindikasikan bahwa mereka dapat mempertimbangkan untuk menyerahkan senjata mereka kepada otoritas pemerintahan Palestina di masa depan.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa Hamas masih memiliki sekitar 20.000 milisi dan sekitar 60.000 senapan Kalashnikov di Gaza.
Sebuah komite teknokrat Palestina telah dibentuk dengan tujuan untuk mengambil alih pemerintahan sehari-hari di Jalur Gaza yang porak-poranda, tetapi masih belum jelas apakah, atau bagaimana, komite tersebut akan menangani masalah demiliterisasi.
Komite tersebut beroperasi di bawah apa yang disebut "Dewan Perdamaian", sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi pasca-perang, mandat dewan tersebut telah diperluas, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan kritikus bahwa dewan tersebut dapat berkembang menjadi saingan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump meluncurkan dewan tersebut di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss, Davos, bulan lalu, di mana para pemimpin dan pejabat dari hampir dua lusin negara bergabung dengannya dalam menandatangani piagam pendiriannya.
Para pejabat Israel mengatakan bahwa Hamas masih memiliki sekitar 20.000 milisi dan sekitar 60.000 senapan Kalashnikov di Gaza.
Sebuah komite teknokrat Palestina telah dibentuk dengan tujuan untuk mengambil alih pemerintahan sehari-hari di Jalur Gaza yang porak-poranda, tetapi masih belum jelas apakah, atau bagaimana, komite tersebut akan menangani masalah demiliterisasi.
Komite tersebut beroperasi di bawah apa yang disebut "Dewan Perdamaian", sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata Gaza dan rekonstruksi pasca-perang, mandat dewan tersebut telah diperluas, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan kritikus bahwa dewan tersebut dapat berkembang menjadi saingan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Trump meluncurkan dewan tersebut di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss, Davos, bulan lalu, di mana para pemimpin dan pejabat dari hampir dua lusin negara bergabung dengannya dalam menandatangani piagam pendiriannya.
Lihat Juga :