5 Alasan Iran Tolak Pembatasan Misil dalam Negosiasi dengan AS

Minggu, 08 Februari 2026 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Dalam sebuah unggahan media sosial, Witkoff mengatakan bahwa kapal induk dan kelompok serangnya "menjaga kita tetap aman dan menjunjung tinggi pesan perdamaian Presiden Trump melalui kekuatan."

Witkoff mengatakan dia berbicara dengan pilot yang menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk "tanpa niat yang jelas" pada hari Selasa.

"Bangga berdiri bersama para pria dan wanita yang membela kepentingan kita, mencegah musuh kita, dan menunjukkan kepada dunia seperti apa kesiapan dan tekad Amerika, yang selalu siaga setiap hari," kata Witkoff.

Meskipun Trump telah berupaya menggunakan pengerahan kapal induk sebagai sarana untuk menekan Iran, al-Shayji mengatakan ini tidak bisa menjadi strategi jangka panjang.

"Dia [Trump] tidak bisa terus-menerus menempatkan pasukannya dalam keadaan siaga terlalu lama. Ini akan benar-benar mendiskreditkan pemerintahan Trump terkait sikapnya yang sangat keras dan garis keras terhadap Iran," katanya.

5. Israel Ingin Melemahkan Poros Perlawanan Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump pada hari Rabu untuk membahas pembicaraan Iran, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu “percaya bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan untuk poros Iran,” kata pernyataan itu, merujuk pada sekutu Iran di kawasan tersebut.

Selama perang 12 hari, pesawat tempur AS membombardir situs nuklir Iran.

Araghchi menyatakan harapan bahwa Washington akan menahan diri dari “ancaman dan tekanan” sehingga “perundingan dapat berlanjut”.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved