Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:45 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2023, pendahulunya, Partai Move Forward, dihalangi untuk membentuk pemerintahan meskipun menjadi pemenang pemilu terbesar. Dukungan partai untuk mengubah undang-undang penghinaan kerajaan yang kontroversial di negara itu telah membuatnya berselisih dengan kekuatan konservatif yang kuat di parlemen.

Namun tidak seperti pada tahun 2023, kali ini Senat tidak diizinkan untuk ikut serta dalam memilih pemerintahan berikutnya.

Namun semua orang di Thailand mengharapkan semacam langkah untuk menghalangi Partai Rakyat sekali lagi. Sebuah kasus telah diajukan terhadap 44 tokoh terkemuka partai tersebut - termasuk 15 kandidat parlemen mereka - ke Komisi Anti Korupsi Nasional, atas dukungan pribadi mereka terhadap usulan penghinaan terhadap raja.

Hal itu dapat digunakan untuk melarang mereka semua dari dunia politik.

5. Meningkatnya Utang Publik

Meningkatnya utang publik dan masuknya "modal abu-abu" – dana ilegal atau semi-legal yang sering berasal dari jaringan kriminal transnasional – juga merupakan masalah yang perlu ditangani, kata Juthathip.

6. Adanya Tatanan Dunia Baru

Pemerintah baru juga harus menghadapi tatanan dunia liberal yang baru.

Saat AS berfokus pada "America First", dunia kekurangan penyeimbang kekuatan China di kawasan ini, kata ilmuwan politik Teewin Suputtikun dari Universitas Chulalongkorn.

"Pemerintah yang akan datang harus memutuskan bagaimana Thailand dapat menjadi bagian dari mekanisme untuk mencegah perang dan melindungi kepentingannya."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved