Di Balik 'Peternakan Bayi' Jeffrey Epstein dan Rencana Menciptakan 'Ras Super' Manusia

Minggu, 08 Februari 2026 - 12:57 WIB
loading...
Di Balik Peternakan...
Mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pernah melontarkan ide membuat peternakan bayi dan menciptakan ras super manusia. Foto/NDTV
A A A
NEW YORK - Jeffrey Epstein, seorang pemodal kaya raya, meninggal di sel penjara New York, Amerika Serikat (AS), pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Namun sebelum kematiannya, Epstein diduga merancang rencana yang sangat meresahkan untuk menggunakan kekayaan, properti, dan pengaruh sosialnya untuk memperbanyak DNA-nya sendiri guna menciptakan "ras super" manusia.

Selama bertahun-tahun, Epstein mengaku kepada para ilmuwan dan orang lain bahwa dia ingin menghamili para wanita di peternakannya yang luas di New Mexico, menciptakan apa yang didengar oleh sebagian orang sebagai "peternakan bayi".

Baca Juga: 5 Fakta Jeffrey Epstein: Guru Matematika tanpa Ijazah Sarjana hingga Diduga Agen Mossad

Menurut laporan New York Times, Epstein membayangkan properti tersebut sebagai tempat di mana wanita akan diinseminasi dengan spermanya dan melahirkan anak-anaknya. Tidak ada bukti bahwa rencana tersebut pernah dilaksanakan, dan tidak ada indikasi bahwa hal itu akan ilegal.

Visi Epstein berakar pada ketertarikannya pada transhumanisme, sebuah gerakan longgar yang mempromosikan penggunaan teknologi, termasuk rekayasa genetika dan kecerdasan buatan, untuk meningkatkan kemampuan manusia. Para kritikus sering membandingkan unsur-unsur pemikiran transhumanisme dengan eugenika, kepercayaan awal abad ke-20 bahwa umat manusia dapat ditingkatkan melalui pembiakan selektif, sebuah ideologi yang kemudian diadopsi dan dipersenjatai oleh Nazi.

Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan gadis-gadis semuda 14 tahun. Selama bertahun-tahun, para penyelidik dan jurnalis mendokumentasikan bagaimana dia melebih-lebihkan atau mengarang pencapaian keuangannya, memalsukan identitas kliennya, dan melebih-lebihkan perannya dalam bisnis dan sains. Namun, melalui kombinasi uang dan kegigihan, dia menempatkan dirinya di antara tokoh-tokoh berpengaruh di bidang politik, keuangan, dan akademisi.

Mendekati Kalangan Elite Sains


Menurut laporan New York Times, dia menggunakan teknik yang sama untuk menyusup ke lingkaran ilmiah elite. Di antara mereka yang dia tarik adalah beberapa ilmuwan paling terkemuka dalam beberapa dekade terakhir—fisikawan peraih Nobel Murray Gell-Mann, fisikawan teoretis dan penulis Stephen Hawking, ahli biologi evolusi Stephen Jay Gould, ahli neurologi atau insinyur genetika George M Church.

Epstein menawarkan pendanaan, mendukung konferensi, mendanai penelitian, dan membiayai pertemuan informal di mana ide-ide ilmiah diperdebatkan sambil menikmati makanan dan anggur mahal. Beberapa ilmuwan kemudian mengatakan bahwa prospek pendanaan tersebut mengurangi kepekaan mereka terhadap sejarah kriminal Epstein.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved