Negosiator AS Sambangi Kapal Induk USS Abraham Lincoln di Tengah Ketegangan dengan Iran

Minggu, 08 Februari 2026 - 10:11 WIB
loading...
Negosiator AS Sambangi...
Para negosiator AS menyambangi kapal induk USS Abraham Lincoln di tengah ketegangan dengan Iran. Foto/US Navy
A A A
TEL AVIV - Dua negosiator utama Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff dan Jared Kushner, mengunjungi kapal induk USS Abraham Lincoln pada hari Sabtu setelah menyelesaikan perundingan nuklir dengan Iran di Oman pada hari Jumat.

Kunjungan ini jadi pengingat yang jelas bahwa meskipun AS dan Iran kembali terlibat negosiasi setelah ketegangan meningkat tajam, Washington masih mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Timur Tengah.

Witkoff merupakan utusan Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah. Sedangkan Kushner adalah menantu sang presiden.

Baca Juga: Iran: Israel Bebas Perluas Persenjataan Militer, tapi Paksa Negara-negara Lain Lucuti Senjatanya

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNN bahwa Kushner dan Witkoff diundang untuk mengunjungi kapal induk tersebut—yang merupakan bagian dari Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln—oleh komandan Komando Pusat (CENTCOM) AS, Laksamana Brad Cooper.

Menurutnya, tujuan kunjungan ini adalah untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para anggota militer Amerika di wilayah tersebut.

Kehadiran militer AS telah meningkat tajam di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir ketika Trump mempertimbangkan opsi untuk menyerang Iran, tetapi tidak ada indikasi bahwa keputusan telah dibuat untuk melanjutkan opsi yang telah dipertimbangkan.

Witkoff menulis di X setelah kunjungan tersebut: "Saya, Kushner, dan Cooper bertemu dengan para pelaut dan Marinir pemberani di atas USS Abraham Lincoln, gugus tempurnya, dan Sayap Udara Kapal Induk 9 yang menjaga kita tetap aman dan menjunjung tinggi pesan perdamaian Presiden Trump melalui kekuatan.”

“Kami berterima kasih kepada para pelaut dan Marinir, mengamati operasi penerbangan langsung, dan berbicara dengan pilot yang menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk tanpa niat yang jelas,” lanjut Witkoff, merujuk pada insiden Selasa di Laut Arab.

“Bangga berdiri bersama para pria dan wanita yang membela kepentingan kita, mencegah musuh kita, dan menunjukkan kepada dunia seperti apa kesiapan dan tekad Amerika, yang selalu siaga setiap hari," imbuh Witkoff, yang dilansir CNN, Minggu (8/2/2026).

CENTCOM dalam siaran pers pada hari Sabtu membenarkan bahwa Cooper, Witkoff, dan Kushner bertemu dengan awak kapal. "Cooper menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengabdian mereka," bunyi siaran pers tersebut.

Kunjungan itu terjadi setelah Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa Witkoff dan Kushner mengadakan pembicaraan yang sangat baik dengan Iran setelah delegasi dari kedua negara berpartisipasi dalam diskusi tidak langsung di Oman. Tetapi Trump menambahkan bahwa “armada besar” AS masih menuju Iran dan akan segera tiba.

“Iran tampaknya sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump di atas Air Force One. “Kita harus melihat seperti apa kesepakatan itu.”

Pertemuan tersebut merupakan putaran pertama negosiasi antara kedua pihak sejak AS dan Israel menyerang Iran musim panas Juni lalu. Witkoff dan Kushner ikut serta dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, yang sebelumnya pada hari Jumat bertemu dengan masing-masing pihak secara terpisah, menjadi mediator dalam diskusi tersebut. Cooper juga terlihat menghadiri pertemuan dalam foto-foto yang dirilis oleh Oman News Agency yang dikelola pemerintah.

Setelah pembicaraan berakhir, sebagai tanda bahwa AS ingin terus memberikan tekanan ekonomi, Washington memberlakukan sanksi baru terhadap minyak Iran dan 14 kapal yang mengangkutnya.

Kedua pihak kemudian sepakat untuk mengadakan diskusi lanjutan setelah berkonsultasi dengan pemimpin masing-masing, menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut. Trump mengatakan bahwa putaran negosiasi lain akan diadakan lagi awal pekan depan, tetapi Araghchi mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Perjuangan Iran di Piala...
Perjuangan Iran di Piala Dunia 2026 Sentuh Hati Infantino
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved