Iran Ancam Hancurkan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:08 WIB
loading...
Iran Ancam Hancurkan...
Iran ancam hancurkan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Foto/X
A A A
TEHERAN - IMenteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memperingatkan bahwa jika terjadi agresi terbuka oleh Amerika Serikat, pangkalan militer Amerika diTimur Tengah akan menjadi sasaran.

“Jika AS menyerang Iran, kami akan menyerang pangkalan Amerika di kawasan tersebut karena merupakan target yang mudah diakses,” kata Araghchi di sela-sela Forum Al Jazeera edisi ke-17 di ibu kota Qatar, Doha, pada hari Sabtu, dilansir Press TV.

Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerang wilayah negara-negara tetangga, dan hanya akan menyerang di tempat pangkalan Amerika berada.

Araghchi mencatat bahwa Angkatan Bersenjata Iran sepenuhnya siap untuk merespons dengan tegas setiap saat terhadap tindakan permusuhan apa pun.

Diplomat senior Iran mengatakan bahwa Republik Islam secara konsisten menyatakan bahwa program rudalnya tidak dapat dinegosiasikan, karena itu murni masalah pertahanan di luar lingkup pembicaraan apa pun.

Ia juga mengatakan bahwa Iran memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk memperkaya uranium, dan proses tersebut harus berlanjut, menekankan bahwa bahkan serangan militer pun tidak efektif dalam menghilangkan kemampuan Iran.

Araghchi juga secara tegas menolak gagasan pengayaan uranium nol persen, menyatakan bahwa masalah tersebut berada di luar lingkup negosiasi.

Di bagian lain pernyataannya, Araghchi menunjuk pada putaran baru pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat, yang berakhir di ibu kota Oman, Muscat, sehari sebelumnya.

Ia menggambarkan negosiasi tersebut sebagai "awal yang baik," tetapi memperingatkan bahwa jalan panjang terbentang di depan untuk membangun kepercayaan.



Menteri Luar Negeri Iran lebih lanjut mengatakan bahwa pembicaraan dengan AS bersifat tidak langsung dan terbatas hanya pada masalah nuklir.

Teheran telah berulang kali menekankan bahwa setiap kesepakatan yang tidak memiliki manfaat ekonomi nyata tidak akan memiliki nilai praktis, sehingga waktu dan hasil negosiasi sangat penting bagi Iran.

Di bidang nuklir, Iran bersikeras pada hak hukumnya untuk memperkaya uranium di tanahnya sendiri, menggambarkan masalah ini sebagai garis merah dalam pembicaraan. Dari perspektif Teheran, setiap potensi langkah teknis hanya dapat dipertimbangkan dalam kerangka kerja yang mengakui hak ini, dan setiap prasyarat di luar itu akan dianggap sebagai tanda itikad buruk oleh pihak lain.

Iran telah mengadakan lima putaran pembicaraan tentang pengganti kesepakatan nuklir 2015 sebelum serangan udara AS-Israel terhadap negara itu dan fasilitas nuklirnya pada pertengahan Juni.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved