Epstein dan Eks PM Barak Bahas Pengendalian Demografi oleh Israel

Sabtu, 07 Februari 2026 - 07:24 WIB
loading...
Epstein dan Eks PM Barak...
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak bertemu Jeffrey Epstein bersama beberapa orang lainnya. Foto/epstein files
A A A
WASHINGTON - Rekaman audio mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak yang berbicara dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual yang kini telah meninggal, telah menyoroti upaya Israel mengubah demografi dengan mengurangi populasi Palestina yang didudukinya. Percakapan itu juga mengungkapkan rasisme yang mengakar dalam kalangan Yahudi.

Barak mengatakan kepada Epstein bahwa ia telah memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Israel membutuhkan satu juta imigran berbahasa Rusia untuk diserap, karena pihak berwenang dapat lebih "selektif" dan "dapat mengontrol kualitasnya jauh lebih efektif" dibandingkan masa lalu.

Rekaman tersebut dirilis pekan lalu dalam sejumlah besar berkas oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Mantan pemimpin Israel itu, berbicara dalam pertemuan tanpa tanggal dengan Epstein, mengatakan negaranya dapat "dengan mudah menyerap satu juta lagi" imigran berbahasa Rusia, referensi yang jelas kepada orang-orang Slavia kulit putih.

Sebelum berdirinya Israel pada Mei 1948 dan pada tahun-tahun awalnya, sumber utama imigrasi adalah Yahudi Ashkenazi dari Eropa Timur, serta Yahudi Sephardi dari Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam rekaman audio tersebut, Barak tampaknya meremehkan Yahudi Sephardi, dengan mengatakan negara tersebut melakukan apa yang mereka bisa dengan menerima orang Yahudi "dari Afrika Utara, dari Arab, dari mana saja."

Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1989 memulai arus imigrasi besar-besaran ke Israel dari berbagai bagian negara.

Menurut data resmi, 996.059 imigran dari bekas republik Soviet tiba di Israel setelah keruntuhannya hingga tahun 2009.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Israel Balas Serang...
Israel Balas Serang Iran, Teheran Diguncang Ledakan
Rekomendasi
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
Berita Terkini
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved