Iran dan AS Berunding Hari Ini, Jadi Penentu Perang atau Tidak

Jum'at, 06 Februari 2026 - 09:05 WIB
loading...
A A A
Bagi para pemimpin Iran yang sedang menghadapi tekanan, pembicaraan ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk mencegah aksi militer AS yang dapat semakin menggoyahkan rezim, yang menurut para analis berada dalam posisi terlemahnya sejak berkuasa setelah Revolusi Islam 1979.

Ancaman Trump muncul ketika pasukan keamanan Iran menindak keras demonstrasi besar-besaran, yang dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin dalam, dan para pengunjuk rasa menyerukan diakhirinya Republik Islam.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), sebuah kelompok yang berbasis di Washington, mengatakan telah mengonfirmasi setidaknya 6.883 kematian, memperingatkan bahwa jumlahnya bisa jauh lebih tinggi, dan bahwa lebih dari 50.000 orang telah ditangkap.

Krisis saat ini telah kembali memunculkan diskusi mengenai program nuklir Iran, yang telah menjadi pusat perselisihan berkepanjangan dengan Barat.

Selama beberapa dekade, Iran mengatakan programnya bertujuan damai, sementara AS dan Israel menuduhnya sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan senjata nuklir.

Iran mengatakan pihaknya berhak untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri dan telah menolak seruan untuk memindahkan persediaan uranium yang sangat diperkaya—400 kg—ke negara ketiga.

Militer Iran Siap Opsi Perang


Sehari menjelang perundingan, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Iran Mohammad Akraminia mengatakan militer Teheran siap untuk berperang jika itu maunya AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved