Xi Jinping Telepon Trump: AS Harus Hati-hati dalam Memasok Senjata ke Taiwan!
Kamis, 05 Februari 2026 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
AS memiliki hubungan formal dengan Beijing, bukan Taiwan, dan telah menempuh jalan diplomatik yang sulit selama beberapa dekade. Namun, AS tetap menjadi sekutu kuat Taiwan dan merupakan pemasok senjata terbesar pulau itu.
Pada bulan Desember, pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata besar-besaran senilai sekitar USD11 miliar ke Taiwan, yang mencakup peluncur roket canggih, howitzer swa-gerak, dan berbagai rudal.
Beijing mengatakan pada saat itu: "Upaya untuk mendukung kemerdekaan [Taiwan] ini hanya akan mempercepat dorongan menuju situasi berbahaya dan kekerasan di Selat Taiwan."
"Sama seperti Amerika Serikat memiliki kekhawatiran, China pun demikian," imbuh Xi Jinping kepada Trump dalam percakapan telepon pada hari Rabu.
"Jika kedua pihak bekerja ke arah yang sama dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, kita pasti dapat menemukan cara untuk mengatasi kekhawatiran masing-masing," katanya.
Beberapa jam sebelum panggilan teleponnya dengan Trump, Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana keduanya memuji penguatan hubungan antara Beijing dan Moskow.
Pada bulan Desember, pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata besar-besaran senilai sekitar USD11 miliar ke Taiwan, yang mencakup peluncur roket canggih, howitzer swa-gerak, dan berbagai rudal.
Beijing mengatakan pada saat itu: "Upaya untuk mendukung kemerdekaan [Taiwan] ini hanya akan mempercepat dorongan menuju situasi berbahaya dan kekerasan di Selat Taiwan."
"Sama seperti Amerika Serikat memiliki kekhawatiran, China pun demikian," imbuh Xi Jinping kepada Trump dalam percakapan telepon pada hari Rabu.
"Jika kedua pihak bekerja ke arah yang sama dalam semangat kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan, kita pasti dapat menemukan cara untuk mengatasi kekhawatiran masing-masing," katanya.
Beberapa jam sebelum panggilan teleponnya dengan Trump, Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di mana keduanya memuji penguatan hubungan antara Beijing dan Moskow.
(mas)
Lihat Juga :