Perjanjian New START dengan AS Berakhir, Rusia Bisa Sesuka Hati Kerahkan Senjata Nuklir
Kamis, 05 Februari 2026 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian ini merupakan kesepakatan 10 tahun yang ditandatangani oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama, dan Dmitry Medvedev, sekutu dekat Putin yang menjabat satu periode sebagai presiden Rusia dari tahun 2008 hingga 2012.
Perjanjian ini mulai berlaku pada tahun 2011.
Berakhirnya perjanjian ini berarti bahwa Moskow dan Washington akan bebas untuk meningkatkan jumlah rudal dan mengerahkan ratusan hulu ledak strategis lagi, meskipun hal ini menimbulkan tantangan logistik dan akan membutuhkan waktu.
Presiden AS Donald Trump awalnya menyatakan bahwa dia terbuka terhadap gagasan perpanjangan perjanjian, dan sering berbicara tentang keinginannya untuk perlucutan senjata nuklir.
Namun pada bulan Januari, dia menepis berakhirnya Perjanjian New START, dengan mengatakan kepada New York Times: “Jika berakhir, ya sudah. Kita akan membuat perjanjian yang lebih baik.”
Trump juga menyerukan agar China dilibatkan dalam pembicaraan nuklir di masa mendatang.
Arsenal nuklir Rusia dan AS mencakup lebih dari 90 persen dari semua senjata nuklir di dunia.
Pada Januari 2025, Rusia memiliki 4.309 hulu ledak nuklir dan AS memiliki 3.700. Prancis dan Inggris, yang merupakan sekutu AS yang terikat perjanjian, masing-masing memiliki 290 dan 225 hulu ledak, sementara China memiliki sekitar 600.
Para pakar keamanan mengatakan berakhirnya Perjanjian New START berisiko memicu perlombaan senjata baru yang juga akan dipicu oleh peningkatan kekuatan nuklir China.
Perjanjian ini mulai berlaku pada tahun 2011.
Berakhirnya perjanjian ini berarti bahwa Moskow dan Washington akan bebas untuk meningkatkan jumlah rudal dan mengerahkan ratusan hulu ledak strategis lagi, meskipun hal ini menimbulkan tantangan logistik dan akan membutuhkan waktu.
Presiden AS Donald Trump awalnya menyatakan bahwa dia terbuka terhadap gagasan perpanjangan perjanjian, dan sering berbicara tentang keinginannya untuk perlucutan senjata nuklir.
Namun pada bulan Januari, dia menepis berakhirnya Perjanjian New START, dengan mengatakan kepada New York Times: “Jika berakhir, ya sudah. Kita akan membuat perjanjian yang lebih baik.”
Trump juga menyerukan agar China dilibatkan dalam pembicaraan nuklir di masa mendatang.
Arsenal nuklir Rusia dan AS mencakup lebih dari 90 persen dari semua senjata nuklir di dunia.
Pada Januari 2025, Rusia memiliki 4.309 hulu ledak nuklir dan AS memiliki 3.700. Prancis dan Inggris, yang merupakan sekutu AS yang terikat perjanjian, masing-masing memiliki 290 dan 225 hulu ledak, sementara China memiliki sekitar 600.
Para pakar keamanan mengatakan berakhirnya Perjanjian New START berisiko memicu perlombaan senjata baru yang juga akan dipicu oleh peningkatan kekuatan nuklir China.
Lihat Juga :