Perjanjian New START dengan AS Berakhir, Rusia Bisa Sesuka Hati Kerahkan Senjata Nuklir

Kamis, 05 Februari 2026 - 09:01 WIB
loading...
A A A
“Tanpa perjanjian ini, masing-masing pihak akan bebas untuk menambahkan ratusan hulu ledak tambahan ke rudal dan pesawat pembom berat yang telah mereka kerahkan, yang kira-kira akan menggandakan ukuran persenjataan mereka saat ini dalam skenario paling maksimalis,” kata Matt Korda, wakil direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, kepada kantor berita Reuters.

Saat waktu terus berjalan menuju berakhirnya perjanjian pada hari Kamis, Paus Leo dari Vatikan mendesak kedua belah pihak untuk tidak mengabaikan batasan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

“Saya menyampaikan seruan mendesak agar instrumen ini tidak berakhir,” kata Paus pertama kelahiran AS itu dalam audiensi mingguan. “Lebih mendesak dari sebelumnya untuk mengganti logika ketakutan dan ketidakpercayaan dengan etika bersama, yang mampu membimbing pilihan menuju kebaikan bersama.”

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyebut berakhirnya Perjanjian New START sebagai momen yang sangat penting bagi perdamaian dan keamanan internasional dan mendesak Moskow dan Washington untuk menegosiasikan perjanjian baru.

“Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat pada persenjataan nuklir strategis Federasi Rusia dan Amerika Serikat—dua negara yang memiliki sebagian besar persediaan senjata nuklir global,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa pembubaran pencapaian selama beberapa dekade dalam pengendalian senjata tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk—risiko penggunaan senjata nuklir adalah yang tertinggi dalam beberapa dekade.

Pada saat yang sama, Guterres mengatakan bahwa sekarang ada kesempatan untuk mengatur ulang dan menciptakan rezim pengendalian senjata yang sesuai dengan konteks yang berkembang pesat dan menyambut baik apresiasi dari para pemimpin Rusia dan Amerika Serikat tentang perlunya mencegah kembalinya dunia dengan proliferasi nuklir yang tidak terkendali.

“Dunia kini menantikan Federasi Rusia dan Amerika Serikat untuk menerjemahkan kata-kata menjadi tindakan,” kata Guterres.

“Saya mendesak kedua negara untuk segera kembali ke meja perundingan dan menyepakati kerangka kerja pengganti yang mengembalikan batasan yang dapat diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan bersama kita.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved