5 Keunggulan Drone Shahed-139 yang Terbang Mendekati Kapal Induk Abraham Lincoln
Kamis, 05 Februari 2026 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Diperkirakan berharga antara USD20.000 dan USD50.000 per unit, sistem ini menghadirkan tantangan operasional yang sulit diatasi oleh jaringan pertahanan udara yang mahal. Asimetri ini—biaya produksi rendah dibandingkan biaya intersepsi tinggi—telah menempatkan Iran pada posisi unik dalam peperangan drone global.
Dengan harga yang dilaporkan mirip dengan model Iran dan dioptimalkan untuk koordinasi kawanan, sistem baru ini menyoroti pergeseran yang signifikan: bahkan ekosistem teknologi Washington yang luas pun telah menemukan keterbatasan ketika menghadapi ancaman hemat biaya yang ditimbulkan oleh Shahed.
Rusia, yang sudah dikenal sebagai salah satu pengembang drone paling canggih di dunia, telah memasukkan inovasi Iran ke dalam versi "Geran-2" miliknya. Peningkatan—termasuk mesin yang lebih baik, material penghindar radar, perilaku kawanan yang dibantu AI, dan antena anti-jamming canggih—mencerminkan kebutuhan Moskow untuk mengadaptasi platform tersebut ke lingkungan pertahanan udara berlapis di medan perang Ukraina. Terlepas dari program UAV domestik Rusia yang ekstensif, model Shahed mengisi celah dalam persenjataannya: sistem serangan jarak jauh yang murah, sekali pakai, dan mampu mengalahkan pertahanan Barat.
5. Hendak Ditiru AS
Indikator paling mencolok dari dampak Shahed adalah adopsi dan replikasinya oleh kekuatan-kekuatan yang pernah menganggap Iran sebagai aktor sekunder atau periferal. Amerika Serikat, yang sejak lama berkomitmen pada doktrin "diciptakan di sini", telah memperkenalkan versi rekayasa baliknya sendiri melalui gugus tugas "Scorpion Strike" Pentagon.Dengan harga yang dilaporkan mirip dengan model Iran dan dioptimalkan untuk koordinasi kawanan, sistem baru ini menyoroti pergeseran yang signifikan: bahkan ekosistem teknologi Washington yang luas pun telah menemukan keterbatasan ketika menghadapi ancaman hemat biaya yang ditimbulkan oleh Shahed.
Rusia, yang sudah dikenal sebagai salah satu pengembang drone paling canggih di dunia, telah memasukkan inovasi Iran ke dalam versi "Geran-2" miliknya. Peningkatan—termasuk mesin yang lebih baik, material penghindar radar, perilaku kawanan yang dibantu AI, dan antena anti-jamming canggih—mencerminkan kebutuhan Moskow untuk mengadaptasi platform tersebut ke lingkungan pertahanan udara berlapis di medan perang Ukraina. Terlepas dari program UAV domestik Rusia yang ekstensif, model Shahed mengisi celah dalam persenjataannya: sistem serangan jarak jauh yang murah, sekali pakai, dan mampu mengalahkan pertahanan Barat.
(ahm)
Lihat Juga :