Siapa Saif Al-Islam Gaddafi? Putra Gaddafi yang Ingin Kembali ke Politik dan Tewas Ditembak
Rabu, 04 Februari 2026 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
2. Dipenjara karena Melakukan Pemberontakan
Setelah negosiasi panjang dengan ICC, yang telah menyerukan ekstradisinya, para pejabat Libya diberikan wewenang untuk mengadili Saif al-Islam di Libya atas kejahatan perang yang dilakukan selama pemberontakan tahun 2011.Pada saat itu, pengacara pembela Saif al-Islam khawatir bahwa persidangan di Libya tidak akan dimotivasi oleh keadilan, tetapi keinginan untuk balas dendam. PBB memperkirakan bahwa hingga 15.000 orang tewas dalam konflik tersebut, sementara Dewan Transisi Nasional Libya memperkirakan angka tersebut mencapai 30.000.
Pada tahun 2014, Saif al-Islam muncul melalui tautan video di pengadilan Tripoli tempat persidangannya diadakan, karena ia dipenjara di Zintan pada saat itu. Pada Juli 2015, pengadilan Tripoli menjatuhkan hukuman mati kepadanya secara in absentia.
Baca Juga: Putra Gaddafi Ungkap Barat Ingin Mengendalikan Libya
3. Mendapatkan Amnesti dari Otoritas Libya Timur
Namun, pada tahun 2017, ia dibebaskan oleh Batalyon Abu Bakr as-Siddiq, sebuah milisi yang menguasai Zintan, sebagai bagian dari amnesti yang dikeluarkan oleh otoritas Libya timur, yang tidak diakui secara internasional.Namun, ia tidak muncul kembali di depan umum selama bertahun-tahun, dan terus dicari oleh ICC. Pada Juli 2021, Saif al-Islam memberikan wawancara langka kepada The New York Times, di mana ia menuduh otoritas di Libya "takut akan ... pemilihan umum".
Menjelaskan identitasnya yang tersembunyi, ia mengatakan bahwa ia telah "menjauh dari rakyat Libya selama 10 tahun".
"Anda perlu kembali perlahan-lahan. Seperti pertunjukan striptease," tambahnya.
Lihat Juga :