Email Epstein Kaitkannya dengan Strategi Israel-UEA Targetkan Qatar
Rabu, 04 Februari 2026 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Seperti yang pertama kali dilaporkan MEMO pada tahun 2017, email yang bocor dari Duta Besar UEA Yousef Al-Otaiba mengungkapkan koordinasi dengan tokoh-tokoh pro-Israel yang gigih di Washington, termasuk Elliott Abrams dan Dennis Ross, tentang strategi untuk "menghukum" Qatar.
Pada satu titik, Abrams menyarankan menaklukkan Qatar akan "menyelesaikan masalah semua orang." Al-Otaiba menjawab, "Itu akan menjadi tugas yang mudah."
Mantan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel kemudian mengkonfirmasi UEA telah menyusun rencana invasi militer ke Qatar.
Yang mencegah serangan itu bukanlah Presiden AS Donald Trump, yang awalnya secara terbuka mendukung blokade dan menyebut Qatar sebagai "penyandang dana terorisme," tetapi Menteri Luar Negeri saat itu, Rex Tillerson, yang turun tangan setelah mendapat informasi dari intelijen Qatar, melakukan lebih dari 20 panggilan dalam upaya panik untuk menghentikan invasi tersebut.
Sepanjang krisis, para pelobi Israel dan UEA bersama-sama menekan para anggota parlemen AS untuk melabeli Qatar sebagai negara sponsor terorisme.
Yayasan Pertahanan Demokrasi, organisasi neo-konservatif pro-Israel yang didukung miliarder dan sekutu Benjamin Netanyahu, Sheldon Adelson, bekerja sama erat dengan para pejabat UEA untuk membentuk narasi di Washington.
Pada satu titik, Abrams menyarankan menaklukkan Qatar akan "menyelesaikan masalah semua orang." Al-Otaiba menjawab, "Itu akan menjadi tugas yang mudah."
Mantan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel kemudian mengkonfirmasi UEA telah menyusun rencana invasi militer ke Qatar.
Yang mencegah serangan itu bukanlah Presiden AS Donald Trump, yang awalnya secara terbuka mendukung blokade dan menyebut Qatar sebagai "penyandang dana terorisme," tetapi Menteri Luar Negeri saat itu, Rex Tillerson, yang turun tangan setelah mendapat informasi dari intelijen Qatar, melakukan lebih dari 20 panggilan dalam upaya panik untuk menghentikan invasi tersebut.
Sepanjang krisis, para pelobi Israel dan UEA bersama-sama menekan para anggota parlemen AS untuk melabeli Qatar sebagai negara sponsor terorisme.
Yayasan Pertahanan Demokrasi, organisasi neo-konservatif pro-Israel yang didukung miliarder dan sekutu Benjamin Netanyahu, Sheldon Adelson, bekerja sama erat dengan para pejabat UEA untuk membentuk narasi di Washington.
Lihat Juga :