Sebelum Serang Iran, AS Perkuat Pertahanan Udara di 5 Negara Sekutunya

Senin, 02 Februari 2026 - 15:02 WIB
loading...
Sebelum Serang Iran,...
AS perkuat pertahanan udara di lima negara sekutunya sebelum serang Iran. Foto/X/@Defence_Index
A A A
TEHERAN - AS memperkuat pertahanan udara dan rudal di seluruh Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan untuk kemungkinan pembalasan Iran jika terjadi aksi militer AS di masa mendatang. Sistem pertahanan udara diperkuat di lima negara sekutunya.

Pentagon mengerahkan baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) tambahan dan lebih banyak sistem pertahanan rudal Patriot ke lokasi tempat pasukan AS ditempatkan, termasuk Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar. Itu diungkapkan pejabat AS yang berbicara kepada The Wall Street Journal.

Sistem THAAD dirancang untuk mencegat rudal balistik di ketinggian tinggi, sementara baterai Patriot melindungi dari ancaman jarak pendek dan terbang rendah. Militer AS hanya memiliki sejumlah baterai THAAD operasional yang terbatas di seluruh dunia, sehingga pengerahan terbaru ini patut diperhatikan, kata para analis pertahanan. Memindahkan sistem seperti itu membutuhkan personel dan dukungan logistik yang signifikan.

Presiden AS Donald Trump belum mengumumkan keputusan tentang aksi militer terhadap Iran. Namun, para pejabat mengatakan AS dapat melakukan serangan terbatas terhadap Iran dengan pasukan yang sudah ada, tetapi kampanye yang lebih luas kemungkinan akan memicu respons Iran yang lebih besar. Hal itu, pada gilirannya, akan membutuhkan pertahanan regional yang lebih kuat untuk melindungi personel dan mitra AS, termasuk Israel.

Angkatan Laut AS juga memiliki beberapa kapal perusak rudal berpemandu di wilayah tersebut yang mampu mencegat ancaman udara seperti rudal dan drone. Kapal-kapal tersebut beroperasi di dekat Selat Hormuz, di Laut Arab Utara, di Laut Merah dekat Israel, dan di Mediterania timur, kata seorang pejabat Angkatan Laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved