Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
Aktivis Afrika Selatan juga telah menuai kemarahan pejabat Israel karena menuduh Israel mempertahankan sistem apartheid dalam perlakuannya terhadap Palestina – mirip dengan sistem yang ada di Afrika Selatan selama beberapa dekade.
Kepala hak asasi manusia PBB mengatakan awal bulan ini bahwa, Israel mempertahankan “bentuk diskriminasi dan segregasi rasial yang sangat parah yang menyerupai sistem apartheid yang pernah kita lihat sebelumnya.”
Pada hari Jumat, Economic Freedom Fighters, partai oposisi Afrika Selatan, menyambut baik keputusan pemerintah untuk menyatakan utusan Israel sebagai persona non grata.
“Dari pelanggaran berulang-ulang terhadap resolusi PBB, hingga penentangan terbuka terhadap pengadilan internasional, hingga serangan berani terhadap diplomat, jurnalis, pekerja kemanusiaan, dan warga sipil di Palestina dan sekitarnya, Israel telah memposisikan dirinya sebagai negara nakal yang mengandalkan intimidasi dan provokasi daripada saling menghormati,” ungkap pernyataan partai itu.
Partai tersebut mendesak Afrika Selatan untuk “terus mengambil posisi yang berani dan berprinsip melawan Israel yang menerapkan apartheid”, termasuk dengan memutuskan semua hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara tersebut.
Baca juga: Kremlin Akui Rusia Hentikan Serangan ke Ukraina atas Permintaan Trump
Kepala hak asasi manusia PBB mengatakan awal bulan ini bahwa, Israel mempertahankan “bentuk diskriminasi dan segregasi rasial yang sangat parah yang menyerupai sistem apartheid yang pernah kita lihat sebelumnya.”
Pada hari Jumat, Economic Freedom Fighters, partai oposisi Afrika Selatan, menyambut baik keputusan pemerintah untuk menyatakan utusan Israel sebagai persona non grata.
“Dari pelanggaran berulang-ulang terhadap resolusi PBB, hingga penentangan terbuka terhadap pengadilan internasional, hingga serangan berani terhadap diplomat, jurnalis, pekerja kemanusiaan, dan warga sipil di Palestina dan sekitarnya, Israel telah memposisikan dirinya sebagai negara nakal yang mengandalkan intimidasi dan provokasi daripada saling menghormati,” ungkap pernyataan partai itu.
Partai tersebut mendesak Afrika Selatan untuk “terus mengambil posisi yang berani dan berprinsip melawan Israel yang menerapkan apartheid”, termasuk dengan memutuskan semua hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara tersebut.
Baca juga: Kremlin Akui Rusia Hentikan Serangan ke Ukraina atas Permintaan Trump
(sya)
Lihat Juga :