Tentara Iran Sudah Dibekali 1.000 Drone Baru, Janji Berikan Respons Menghancurkan pada AS

Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:03 WIB
loading...
Tentara Iran Sudah Dibekali...
Tentara Iran sudah dibekali 1.000 drone baru, berjanji akan memberikan respons menghancurkan pada AS jika perang besar pecah. Foto/WANA
A A A
TEHERAN - Sebanyak 1.000 UAV atau drone baru telah diterima oleh berbagai cabang Angkatan Darat Iran ketika negara itu telah di ambang perang dengan Amerika Serikat (AS).

Pasokan drone sebanyak itu diterima ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan jika Teheran menolak membuat kesepakatan tentang program nuklirnya.

“Sesuai dengan ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Brigadir Jenderal Amir Hatami, sebagaimana dikutip dari Tasnim News, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Ini 19 Pangkalan AS di Timur Tengah Target Empuk Rudal Iran

Laporan Tasnim News menyatakan bahwa penambahan drone baru ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang Angkatan Darat Iran.

Disebutkan pula bahwa drone-drone tersebut dikembangkan oleh spesialis Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. “Berdasarkan ancaman yang muncul dan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari yang diberlakukan pada Juni 2025.”

“UAV telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan untuk menargetkan sasaran tetap dan bergerak tertentu di seluruh wilayah darat, laut, dan udara," imbuh laporan tersebut.

Sejak Iran melancarkan penindakan terhadap protes yang disertai dengan pemadaman internet, Presiden Trump telah memberikan sinyal yang beragam tentang kemungkinan intervensi militer. Situasi di rezim Iran tetap tegang.

Washington sebelumnya bergabung dengan perang 12 hari Israel melawan Iran pada bulan Juni 2025 yang bertujuan untuk melemahkan program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Sementara itu, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memperingatkan bahwa respons Teheran terhadap tindakan AS apa pun tidak akan terbatas—seperti pada Juni tahun lalu ketika pesawat dan rudal Amerika sempat bergabung dalam perang udara singkat Israel melawan Iran—tetapi akan menjadi respons yang tegas "yang diberikan secara instan."

"Kapal induk AS memiliki kerentanan serius dan bahwa banyak pangkalan Amerika di wilayah Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami," ujarnya yang disiarkan televisi pemerintah.

"Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tentu tidak akan terjadi seperti yang dibayangkan [Presiden AS Donald] Trump —melakukan operasi cepat dan kemudian, dua jam kemudian, mencuit bahwa operasi telah selesai," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved