Mengapa Ada Selotip di Kamera Ponsel PM Israel Netanyahu?
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Tinjau dan batasi izin aplikasi secara teratur. Aplikasi apa pun yang tidak benar-benar memerlukan akses kamera harus dicabut izinnya, karena aplikasi jahat adalah vektor umum untuk camfecting, menurut McAfee.
Hindari membuka tautan atau lampiran yang mencurigakan dalam email, dan instal aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi. Menurut McAfee, peretas menggunakan malware yang tersembunyi di aplikasi jahat atau phishing untuk memungkinkan camfecting.
Aktifkan langkah-langkah keamanan tambahan seperti kode sandi yang kuat, dan hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik tanpa VPN.
Bagi sebagian besar pengguna, kebersihan siber dasar, termasuk pembaruan rutin, izin aplikasi yang hati-hati, kata sandi yang kuat, dan penggunaan VPN sudah cukup untuk menggagalkan upaya penyamaran. Dan jika semua upaya gagal, selembar pita perekat di atas lensa kamera, seperti yang dilakukan Netanyahu, akan membuat setiap upaya peretasan menjadi sia-sia.
Jadi, apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu waspada terhadap ponselnya yang disamarkan? Tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk mencapai jawaban yang pasti. Pemerintah Israel tidak akan menjelaskan alasannya, tetapi konteksnya sangat penting.
Israel menghadapi beberapa tingkat serangan siber tertinggi di dunia. Pada Konferensi Cybertech Global hari Senin, Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional Israel, Yossi Karadi, mengatakan lembaga tersebut menangani lebih dari 26.000 insiden siber serius pada tahun 2025—peningkatan 55% dari tahun 2024.
"Para ahli keamanan mengatakan penutup fisik bertindak sebagai penghalang pengaman terakhir," kata laporan YNet News dalam laporan tentang kamera ponsel Netanyahu yang ditutup dengan lakban.
Mungkin, langkah sesederhana menutup kamera ponsel dengan lakban bukanlah paranoia, melainkan tindakan pencegahan praktis bagi perdana menteri negara yang hidup di bawah ancaman konstan serangan siber yang melumpuhkan.
Baca juga: Terungkap, Indonesia Tolak Desakan AS untuk Beli Drone sebagai Bagian Perjanjian Dagang
Hindari membuka tautan atau lampiran yang mencurigakan dalam email, dan instal aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi. Menurut McAfee, peretas menggunakan malware yang tersembunyi di aplikasi jahat atau phishing untuk memungkinkan camfecting.
Aktifkan langkah-langkah keamanan tambahan seperti kode sandi yang kuat, dan hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik tanpa VPN.
Bagi sebagian besar pengguna, kebersihan siber dasar, termasuk pembaruan rutin, izin aplikasi yang hati-hati, kata sandi yang kuat, dan penggunaan VPN sudah cukup untuk menggagalkan upaya penyamaran. Dan jika semua upaya gagal, selembar pita perekat di atas lensa kamera, seperti yang dilakukan Netanyahu, akan membuat setiap upaya peretasan menjadi sia-sia.
Jadi, apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu waspada terhadap ponselnya yang disamarkan? Tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk mencapai jawaban yang pasti. Pemerintah Israel tidak akan menjelaskan alasannya, tetapi konteksnya sangat penting.
Israel menghadapi beberapa tingkat serangan siber tertinggi di dunia. Pada Konferensi Cybertech Global hari Senin, Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional Israel, Yossi Karadi, mengatakan lembaga tersebut menangani lebih dari 26.000 insiden siber serius pada tahun 2025—peningkatan 55% dari tahun 2024.
"Para ahli keamanan mengatakan penutup fisik bertindak sebagai penghalang pengaman terakhir," kata laporan YNet News dalam laporan tentang kamera ponsel Netanyahu yang ditutup dengan lakban.
Mungkin, langkah sesederhana menutup kamera ponsel dengan lakban bukanlah paranoia, melainkan tindakan pencegahan praktis bagi perdana menteri negara yang hidup di bawah ancaman konstan serangan siber yang melumpuhkan.
Baca juga: Terungkap, Indonesia Tolak Desakan AS untuk Beli Drone sebagai Bagian Perjanjian Dagang
(sya)
Lihat Juga :