Eks Jenderal Intelijen Militer Malaysia Didakwa Korupsi, Termasuk Suap Tiket Pesawat

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:10 WIB
loading...
Eks Jenderal Intelijen...
Mantan direktur intelijen militer Malaysia Letnan Jenderal (Purn) Datuk Mohd Razali Alias dikenai tiga dakwaan korupsi, termasuk suap tiket pesawat. Foto/The Star
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan direktur intelijen militer Letnan Jenderal (Purn) Datuk Mohd Razali Alias mengaku tidak bersalah di Pengadilan Negeri Kuala Lumpur hari ini (29/1/2026) atas tiga dakwaan korupsi. Ketiga dakwaan itu melibatkan suap uang tunai hingga tiket pesawat.

Pensiunan jenderal berusia 60 tahun itu, yang tampak tenang mengenakan jas gelap, didakwa menerima suap sebesar RM78.000 (Rp333 juta) antara Agustus hingga November 2024, sebagaimana dilaporkan New Straits Times.

Uang tersebut diduga sebagai imbalan untuk menyetujui pembayaran layanan pemeliharaan dan dukungan untuk Pusat Operasi Pertahanan Siber (CDOC).

Baca Juga: Kesal Korupsi Merajalela di Militer, Raja Malaysia Janji Buru Koruptor di Semua Lembaga Negara

Dakwaan tersebut diajukan berdasarkan Pasal 16(a)(b) Undang-Undang Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), yang membawa hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda yang signifikan jika terbukti bersalah.

Untuk dakwaan kedua dan ketiga, Mohd Razali diduga menerima suap berupa tiket pesawat pulang pergi untuk istrinya, masing-masing senilai RM26.800 (Rp114 juta) dan RM37.800 (Rp161 juta). Dakwaan ini diajukan berdasarkan Pasal 165 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang hukuman maksimalnya adalah dua tahun penjara, denda, atau keduanya.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Law Chin How meminta agar uang jaminan ditetapkan sebesar RM200.000. Namun, setelah mendengarkan argumen dari pihak pembela, Hakim Suzana Hussin menetapkan uang jaminan sebesar RM50.000 dengan satu penjamin.

Mohd Razali juga diperintahkan untuk menyerahkan paspornya ke pengadilan. Kasus ini dijadwalkan untuk sidang lanjutan pada 16 Maret.

Pada pertengahan bulan ini, Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar, menyatakan kekesalannya atas korupsi yang merajalela di Angkatan Bersenjata. Dia pun berjanji akan memburu para koruptor, tak hanya di militer, tapi juga di seluruh lembaga negara.

Kekesalan Sultan Ibrahim disampaikan saat membuka sidang Parlemen. “Saya sangat kecewa mengetahui adanya korupsi di Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF) hingga tingkat tertinggi,” katanya dalam pidato kerajaan yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

“Saya pikir mungkin lain kali lebih baik bagi saya untuk menunjuk seorang sersan sebagai PAT (Kepala Angkatan Pertahanan),” imbuh dia.

Raja Malaysia mengatakan bahwa kasus-kasus yang terungkap sejauh ini hanyalah “puncak gunung es”, dan dia percaya masih banyak pejabat korup lainnya di lembaga-lembaga seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan kepolisian.

Dia juga menargetkan Anggota Parlemen dalam perburuan terhadap koruptor. “Ini hanyalah puncak gunung es. Saya yakin masih banyak yang lain di luar sana, baik di Departemen Bea Cukai, Imigrasi, kepolisian, atau lainnya, serta mereka yang duduk di aula ini, saya akan terus memburu kalian,” kata Sultan Ibrahim.

Peringatan keras ini disampaikan di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap MAF, menyusul penangkapan mantan Kepala Angkatan Darat Malaysia, Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan. Jenderal Muhammad ditahan oleh MACC pada 7 Januari bersama kedua istrinya untuk memfasilitasi penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam tender pengadaan peralatan militer.

MACC mengatakan penggerebekan tersebut menghasilkan penyitaan aset senilai lebih dari RM52 juta—termasuk uang tunai, emas, dan barang mewah—dari kediaman dan rekening bank yang terkait dengan mantan kepala Angkatan Darat dan pejabat senior lainnya.

Sultan Ibrahim menyebut pegawai negeri sipil yang korup sebagai pengkhianat dan mendesak hukuman berat bagi mereka yang terbukti melakukan korupsi.

“Korupsi harus diberantas habis-habisan. Masyarakat harus bertindak sebagai mata-mata dan melaporkan segala bentuk korupsi; bukan hanya penerima yang harus diselidiki dan dihukum, tetapi pemberi dan agen mereka juga harus ditindak,” katanya.

“MACC harus melakukan penyelidikan dengan cepat, tegas, dan menyeluruh tanpa memandang posisi dan kekuasaan. Pemerintah juga harus menyediakan hakim yang berpengalaman dan proses yang dipercepat agar persidangan korupsi dapat diselesaikan dengan cepat,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
Cristiano Ronaldo Dihantui...
Cristiano Ronaldo Dihantui Kutukan Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved