Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv Israel Jika Perang dengan AS Pecah

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:19 WIB
loading...
Iran Ancam Serang Jantung...
Iran ancam serang situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv, jika negara Islam itu diserang AS. Foto/BESA Center
A A A
TEHERAN - Para pejabat Iran mengeluarkan ancaman serangan terhadap situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv, jika negara Islam itu diserang Amerika Serikat (AS). Menurut para pejabat tersebut, Israel akan merasakan pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika perang benar-benar pecah.

Dalam unggahan di X, baik dalam bahasa Persia maupun Ibrani, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan: “Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor.”

Baca Juga: Iran di Ambang Perang dengan AS, Teheran Sudah Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.

“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).

“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir," paparnya.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran.

"Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.

Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.

Menanggapi unggahan Trump tentang persiapan pasukan AS untuk kemungkinan serangan, misi Teheran untuk PBB mengatakan di platform X: “Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!”

Dalam ancaman terbarunya, Trump tidak menyebutkan penindakan mematikan bulan ini terhadap protes anti-pemerintah Iran, tetapi mengatakan Iran perlu menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya, yang diyakini Barat bertujuan untuk membuat bom atom.

Trump belum mengesampingkan kemungkinan serangan setelah penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari. Iran akui jumlah korban tewas mencapai ribuan dalam gelombang protes tersebut.

Saat ini, sebuah kelompok serang Angkatan Laut AS yang digambarkan Trump sebagai "armada besar" yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bersembunyi di perairan Timur Tengah.

“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved