Trump Tarik Komandan Patroli Perbatasan dari Minneapolis setelah 2 Aktivis Ditembak Mati
Rabu, 28 Januari 2026 - 11:30 WIB
loading...
Komandan Patroli Perbatasan AS Gregory Bovino berpenampilan seperti komandan Nazi. Foto/x
A
A
A
WASHINGTON - Komandan patrol perbatasan kontroversial dari upaya penegakan hukum imigrasi federal Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Minnesota telah dicopot dari jabatannya setelah dua penembakan mematikan. Kabar itu menurut beberapa media.
Kepergian Komandan Patroli Perbatasan AS Gregory Bovino yang dilaporkan terjadi setelah pembunuhan aktivis Renee Good pada 7 Januari dan Alex Pretti pada hari Sabtu oleh agen federal. Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan protes nasional.
Pada hari Senin, Trump mengumumkan kepala perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, akan dikirim ke Minneapolis untuk mengawasi operasi penegakan hukum imigrasi.
Satu sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa Bovino akan kembali ke pekerjaannya sebelumnya sebagai kepala sektor El Centro California di perbatasan AS-Meksiko.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengatakan dalam unggahan di X bahwa "beberapa agen federal" akan mulai meninggalkan kota, tetapi tidak menyebut Bovino secara langsung. “Saya akan terus mendorong agar mereka yang terlibat dalam operasi ini lainnya juga diadili,” tambah Frey.
CNN mengklaim Trump “tidak senang” dengan cara Bovino dan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menangani dampak dari pembunuhan Pretti. Noem dilaporkan dikritik karena membuat pernyataan prematur saat membela agen yang terlibat.
Bovino bersikeras warga negara AS yang terbunuh itu bersenjata dan ingin “membantai aparat penegak hukum.” Rekaman video yang beredar online tampaknya menunjukkan Pretti memegang telepon sesaat sebelum dia ditangkap dan ditembak. Dia tampaknya membawa senjata, tetapi agen telah mengambilnya darinya.
CNN melaporkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah memblokir akun media sosial komandan berusia 55 tahun itu segera setelah dia berdebat dengan anggota parlemen secara online mengenai penembakan tersebut.
Para kritikus Bovino secara online juga mengklaim komandan itu memiliki “penampilan Nazi” karena potongan rambutnya yang sangat pendek dan mantel bergaya militer yang menjadi viral.
Asisten Sekretaris DHS Tricia McLaughlin mengatakan di X bahwa terlepas dari pemindahan tersebut, Bovino tetap menjadi “bagian penting dari tim Presiden dan seorang warga Amerika yang hebat.”
Polisi mengatakan 26 orang ditangkap semalam saat mereka melakukan protes di luar hotel tempat Bovino diyakini menginap.
Baca juga: Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
Kepergian Komandan Patroli Perbatasan AS Gregory Bovino yang dilaporkan terjadi setelah pembunuhan aktivis Renee Good pada 7 Januari dan Alex Pretti pada hari Sabtu oleh agen federal. Insiden tersebut memicu kemarahan publik dan protes nasional.
Pada hari Senin, Trump mengumumkan kepala perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, akan dikirim ke Minneapolis untuk mengawasi operasi penegakan hukum imigrasi.
Satu sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa Bovino akan kembali ke pekerjaannya sebelumnya sebagai kepala sektor El Centro California di perbatasan AS-Meksiko.
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey mengatakan dalam unggahan di X bahwa "beberapa agen federal" akan mulai meninggalkan kota, tetapi tidak menyebut Bovino secara langsung. “Saya akan terus mendorong agar mereka yang terlibat dalam operasi ini lainnya juga diadili,” tambah Frey.
CNN mengklaim Trump “tidak senang” dengan cara Bovino dan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menangani dampak dari pembunuhan Pretti. Noem dilaporkan dikritik karena membuat pernyataan prematur saat membela agen yang terlibat.
Bovino bersikeras warga negara AS yang terbunuh itu bersenjata dan ingin “membantai aparat penegak hukum.” Rekaman video yang beredar online tampaknya menunjukkan Pretti memegang telepon sesaat sebelum dia ditangkap dan ditembak. Dia tampaknya membawa senjata, tetapi agen telah mengambilnya darinya.
CNN melaporkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah memblokir akun media sosial komandan berusia 55 tahun itu segera setelah dia berdebat dengan anggota parlemen secara online mengenai penembakan tersebut.
Para kritikus Bovino secara online juga mengklaim komandan itu memiliki “penampilan Nazi” karena potongan rambutnya yang sangat pendek dan mantel bergaya militer yang menjadi viral.
Asisten Sekretaris DHS Tricia McLaughlin mengatakan di X bahwa terlepas dari pemindahan tersebut, Bovino tetap menjadi “bagian penting dari tim Presiden dan seorang warga Amerika yang hebat.”
Polisi mengatakan 26 orang ditangkap semalam saat mereka melakukan protes di luar hotel tempat Bovino diyakini menginap.
Baca juga: Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
(sya)
Lihat Juga :