Jika Pemerintah Iran Runtuh, Turki Siap Bangun Zona Penyangga di Perbatasan

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:12 WIB
loading...
Jika Pemerintah Iran...
Tentara Turki di perbatasan dengan Iran. Foto/turkiye today
A A A
ANKARA - Turki berencana membangun zona penyangga di sisi perbatasan Iran jika skenario terburuk terjadi dan pemerintah di Teheran runtuh. Kabar itu menurut informasi dari Middle East Eye (MEE).

Para pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Kamis memberikan pengarahan kepada anggota parlemen dalam pertemuan tertutup di parlemen, memberi tahu mereka bahwa Ankara sedang mempersiapkan beberapa skenario potensial terkait Iran, menurut dua peserta yang berbicara kepada MEE.

Salah satu peserta dalam pengarahan tersebut mengatakan para pejabat Turki menggunakan istilah "zona penyangga" untuk menggambarkan niat Ankara melakukan segala upaya untuk mencegah gelombang pengungsi lain memasuki negara itu.

Namun, peserta kedua mengatakan para pejabat tidak secara eksplisit menggunakan frasa "zona penyangga", meskipun mereka menyatakan kesediaan melampaui langkah-langkah biasa.

"Pada dasarnya, mereka mengatakan mereka percaya segala upaya harus dilakukan di sisi Iran untuk memastikan mereka yang mungkin datang jika terjadi migrasi tetap berada di sana," ungkap sumber kedua.

Kementerian Pertahanan Turki awal bulan ini mengatakan Ankara telah memperkuat keamanan di sepanjang perbatasan sepanjang 560 km dengan Iran melalui sistem penghalang fisik yang ditingkatkan secara teknologi.

Langkah-langkah tersebut meliputi 203 menara elektro-optik dan 43 menara yang dilengkapi lift, tembok beton modular sepanjang 380 km, dan parit pertahanan sepanjang 553 km.

Kementerian menambahkan daerah perbatasan dipantau sepanjang waktu oleh sistem pengintaian dan pengawasan, termasuk drone dan pesawat terbang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved