AS Klaim 20 Negara Lagi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, tapi Dirahasiakan
Selasa, 27 Januari 2026 - 11:02 WIB
loading...
Pemerintah AS klaim ada 20 negara lagi yang gabung Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump. Foto/X @PM_ViktorOrban
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeklaim ada 20 negara tambahan yang telah bergabung dengan Board Of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Donald Trump. Itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Namun, Leavitt menolak mengungkap nama-nama dari 20 negara tambahan tersebut.
Leavitt mengatakan bahwa Dewan Perdamaian, yang awalnya diamanatkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengawasi pengelolaan Gaza selama dua tahun ke depan, kini diposisikan oleh pemerintahan Trump untuk menangani konflik di bagian lain dunia.
Baca Juga: Ini Teks Lengkap Piagam Dewan Perdamaian Trump, Tak Ada Kata Gaza
Dia mengakui bahwa inisiatif tersebut telah menghadapi penolakan dari beberapa negara Barat yang merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka anggap sebagai upaya dewan untuk mengesampingkan PBB.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Leavitt juga menggambarkan pemulangan sandera Israel terakhir yang tersisa dari Gaza sebagai "prestasi kebijakan luar negeri yang luar biasa" bagi Trump, Israel, dan komunitas global.
Pengumuman ini menyusul penandatanganan piagam oleh Trump untuk secara resmi meluncurkan inisiatif Dewan Perdamaian di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 22 Januari.
Trump sebelumnya menggambarkan badan tersebut sebagai "dewan paling bergengsi yang pernah dibentuk."
Menyebutnya sebagai "hari yang sangat menggembirakan, yang telah lama dinantikan", Trump mengatakan, "Kita akan memiliki perdamaian di dunia. Dan kita semua adalah bintang."
Dalam pidato pembukaannya, Trump mengatakan, "Setahun yang lalu dunia benar-benar terbakar, banyak orang tidak mengetahuinya," tetapi mengeklaim banyak hal baik sedang terjadi dan bahwa ancaman di seluruh dunia benar-benar mereda.
Trump mengatakan pemerintahannya menyelesaikan delapan perang dan mengeklaim banyak kemajuan telah dibuat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Inisiatif ini berasal dari rencana gencatan senjata Gaza 20 poin presiden AS yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB tetapi sejak itu telah meluas melampaui cakupan aslinya.
Para pejabat pemerintah AS mengatakan sekitar 35 negara telah berkomitmen untuk bergabung, sementara 60 menerima undangan, dengan Trump menyarankan badan baru ini dapat mengambil alih peran yang saat ini dipegang oleh PBB.
Trump mengatakan, "Kita memiliki banyak orang hebat yang ingin bergabung," selama pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi, yang negaranya telah mengonfirmasi keanggotaannya.
Dia menambahkan bahwa beberapa pemimpin membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berkomitmen, sementara negara-negara lain yang tidak diundang sedang berupaya untuk diikutsertakan.
Membela dimasukkannya Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin lainnya, Trump mengatakan dia menginginkan semua orang yang berkuasa dan dapat menyelesaikan pekerjaan.
Beberapa sekutu Eropa menolak berpartisipasi, dengan alasan kekhawatiran atas perluasan mandat dewan dan dampaknya pada sistem internasional berdasarkan Piagam PBB. Inggris juga mengatakan tidak akan menandatangani perjanjian tersebut selama upacara Trump, kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, merujuk pada kekhawatiran atas undangan Putin.
Menurut salinan piagam Dewan Perdamaian yang beredar, negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap perlu menyumbang USD1 miliar (lebih dari Rp16 triliun), sementara anggota yang tidak membayar akan menerima mandat tiga tahun. Piagam tersebut juga menetapkan Trump sebagai ketua tetap bahkan setelah meninggalkan jabatannya sebagai presiden AS.
Trump mengaitkan inisiatif ini dengan pendekatannya terhadap Iran dan mengatakan bahwa hal itu berperan dalam mengamankan gencatan senjata Israel-Hamas. "Jika kita tidak melakukan itu, tidak ada peluang untuk mencapai perdamaian," katanya, seperti dikutip NDTV, Selasa (27/1/2026).
Namun, Leavitt menolak mengungkap nama-nama dari 20 negara tambahan tersebut.
Leavitt mengatakan bahwa Dewan Perdamaian, yang awalnya diamanatkan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengawasi pengelolaan Gaza selama dua tahun ke depan, kini diposisikan oleh pemerintahan Trump untuk menangani konflik di bagian lain dunia.
Baca Juga: Ini Teks Lengkap Piagam Dewan Perdamaian Trump, Tak Ada Kata Gaza
Dia mengakui bahwa inisiatif tersebut telah menghadapi penolakan dari beberapa negara Barat yang merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka anggap sebagai upaya dewan untuk mengesampingkan PBB.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Leavitt juga menggambarkan pemulangan sandera Israel terakhir yang tersisa dari Gaza sebagai "prestasi kebijakan luar negeri yang luar biasa" bagi Trump, Israel, dan komunitas global.
Pengumuman ini menyusul penandatanganan piagam oleh Trump untuk secara resmi meluncurkan inisiatif Dewan Perdamaian di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 22 Januari.
Trump sebelumnya menggambarkan badan tersebut sebagai "dewan paling bergengsi yang pernah dibentuk."
Menyebutnya sebagai "hari yang sangat menggembirakan, yang telah lama dinantikan", Trump mengatakan, "Kita akan memiliki perdamaian di dunia. Dan kita semua adalah bintang."
Dalam pidato pembukaannya, Trump mengatakan, "Setahun yang lalu dunia benar-benar terbakar, banyak orang tidak mengetahuinya," tetapi mengeklaim banyak hal baik sedang terjadi dan bahwa ancaman di seluruh dunia benar-benar mereda.
Trump mengatakan pemerintahannya menyelesaikan delapan perang dan mengeklaim banyak kemajuan telah dibuat untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Inisiatif ini berasal dari rencana gencatan senjata Gaza 20 poin presiden AS yang didukung oleh Dewan Keamanan PBB tetapi sejak itu telah meluas melampaui cakupan aslinya.
Para pejabat pemerintah AS mengatakan sekitar 35 negara telah berkomitmen untuk bergabung, sementara 60 menerima undangan, dengan Trump menyarankan badan baru ini dapat mengambil alih peran yang saat ini dipegang oleh PBB.
Trump mengatakan, "Kita memiliki banyak orang hebat yang ingin bergabung," selama pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi, yang negaranya telah mengonfirmasi keanggotaannya.
Dia menambahkan bahwa beberapa pemimpin membutuhkan persetujuan parlemen sebelum berkomitmen, sementara negara-negara lain yang tidak diundang sedang berupaya untuk diikutsertakan.
Membela dimasukkannya Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin lainnya, Trump mengatakan dia menginginkan semua orang yang berkuasa dan dapat menyelesaikan pekerjaan.
Beberapa sekutu Eropa menolak berpartisipasi, dengan alasan kekhawatiran atas perluasan mandat dewan dan dampaknya pada sistem internasional berdasarkan Piagam PBB. Inggris juga mengatakan tidak akan menandatangani perjanjian tersebut selama upacara Trump, kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, merujuk pada kekhawatiran atas undangan Putin.
Menurut salinan piagam Dewan Perdamaian yang beredar, negara-negara yang ingin menjadi anggota tetap perlu menyumbang USD1 miliar (lebih dari Rp16 triliun), sementara anggota yang tidak membayar akan menerima mandat tiga tahun. Piagam tersebut juga menetapkan Trump sebagai ketua tetap bahkan setelah meninggalkan jabatannya sebagai presiden AS.
Trump mengaitkan inisiatif ini dengan pendekatannya terhadap Iran dan mengatakan bahwa hal itu berperan dalam mengamankan gencatan senjata Israel-Hamas. "Jika kita tidak melakukan itu, tidak ada peluang untuk mencapai perdamaian," katanya, seperti dikutip NDTV, Selasa (27/1/2026).
(mas)
Lihat Juga :