Ironi Penembakan Minneapolis, AS yang Klaim Negara Demokratis tapi Faktanya Otoriter

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:39 WIB
loading...
A A A
"Ini sangat membebani, mencoba mengelola semua kekacauan ini di atas harus menjadi departemen kepolisian untuk kota besar. Ini terlalu berat," katanya.

Anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez dari New York termasuk di antara beberapa anggota parlemen Demokrat yang menuntut agar otoritas imigrasi federal meninggalkan Minnesota.

Dalam sebuah pernyataan, mantan Presiden Barack Obama menyebut kematian Pretti sebagai "tragedi yang memilukan" dan memperingatkan bahwa "banyak nilai inti kita sebagai bangsa semakin diserang."

Sementara itu, para pejabat federal berulang kali mempertanyakan mengapa Pretti membawa senjata selama konfrontasi tersebut. Namun, kelompok pendukung hak kepemilikan senjata mencatat bahwa membawa senjata api selama protes adalah legal.

Ketika konfrontasi hari Sabtu dimulai, video dari saksi mata menunjukkan para pengunjuk rasa meniup peluit dan meneriakkan kata-kata kasar kepada petugas federal di jalan komersial di selatan Minneapolis.

Video tersebut menunjukkan Pretti ikut campur setelah seorang petugas imigrasi mendorong seorang wanita. Pretti tampak memegang ponselnya ke arah petugas, tetapi tidak ada tanda-tanda dia memegang senjata.

Petugas tersebut mendorong Pretti di dadanya dan menyemprotnya dengan semprotan merica dan wanita itu.

Tak lama kemudian, setidaknya tujuh petugas memaksa Pretti ke tanah. Beberapa petugas mencoba membawa lengannya ke belakang punggungnya saat dia tampak melawan. Seorang petugas yang memegang tabung semprotan merica memukulnya beberapa kali di dekat kepalanya.

Tembakan pertama dilepaskan oleh seorang petugas Patroli Perbatasan. Ada jeda sejenak, lalu petugas yang sama menembak beberapa kali lagi ke punggung Pretti. Beberapa petugas mundur. Dalam hitungan detik, Pretti tergeletak tak bergerak di jalan.

Jika hari Sabtu ditandai dengan bentrokan, dengan para pengunjuk rasa yang marah memblokir jalan dan petugas menembakkan gas air mata, hari Minggu ditandai dengan kesedihan.

Mobil polisi dengan lampu berkedip telah menutup lalu lintas ke blok tempat penembakan terjadi, dan arus orang terus datang dan pergi pada hari Minggu, berkumpul di dekat tempat Pretti ditembak. Ada sekitar 100 orang di tempat kejadian pada Minggu malam. Beberapa bernyanyi, beberapa berdoa, beberapa membawa bunga atau menyalakan lilin. Kru berita TV menyiapkan peralatan di pinggiran kerumunan, dan seorang pria membagikan penghangat tangan dengan suhu yang berada tepat di atas 0 derajat Fahrenheit (minus 18 derajat Celcius).

Brett Williams (37) datang dari pinggiran kota untuk menghadiri acara peringatan di sana pada Minggu pagi.

"Saya berdiri dalam solidaritas dengan saudara yang hidupnya diambil terlalu cepat," katanya. "Dia membela para imigran. Kita semua adalah imigran."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved