Biden Kalahkan Trump dengan Selisih 9%, Pemilih Soroti Covid-19
Kamis, 17 September 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Survei menunjukkan Biden memiliki keuntungan di awal dalam mengamankan suara populer nasional pada pemilu presiden 3 November. “Meski demikian, 9% pemilih belum memutuskan dukungan. Keputusan mereka dalam beberapa pekan mendatang dapat menentukan siapa yang akan menang,” ungkap survei itu.
Pemenang suara populer nasional tidak berarti menang pemilu yang diputuskan berdasarkan sistem Electoral College dari tiap negara bagian. Trump menang pada 2016 meski kalah untuk suara populer
Trump yang terus tertinggal di belakang Biden dalam sebagian besar survei nasional tahun ini telah berupaya beberapa bulan mencoba memfokuskan kembali kampanyenya pada protes anti-rasisme yang telah menyebar setelah pembunuhan warga Afro Amerika termasuk George Floyd dalam konfrontasi dengan polisi.
Trump berupaya memposisikan dirinya sebagai pelindung “Impian Gaya Hidup Pinggiran Kota” dengan mengatakan warga pinggiran kota Amerika ingin keselamatan dan keamanan dibandingkan lainnya. (Baca Juga: Netanyahu: Damai dengan Arab Pompa Jutaan Dolar ke Kas Israel)
Survei menunjukkan hanya 11% warga kulit putih pinggiran kota yang menyatakan faktor terpenting yang mempengaruhi suara mereka adalah kandidat tegas pada kejahatan dan kerusuhan sipil. (Baca Infografis: Burevestnik : Rudal Jelajah Nuklir Rusia dengan Jangkauan Global)
Pemenang suara populer nasional tidak berarti menang pemilu yang diputuskan berdasarkan sistem Electoral College dari tiap negara bagian. Trump menang pada 2016 meski kalah untuk suara populer
Trump yang terus tertinggal di belakang Biden dalam sebagian besar survei nasional tahun ini telah berupaya beberapa bulan mencoba memfokuskan kembali kampanyenya pada protes anti-rasisme yang telah menyebar setelah pembunuhan warga Afro Amerika termasuk George Floyd dalam konfrontasi dengan polisi.
Trump berupaya memposisikan dirinya sebagai pelindung “Impian Gaya Hidup Pinggiran Kota” dengan mengatakan warga pinggiran kota Amerika ingin keselamatan dan keamanan dibandingkan lainnya. (Baca Juga: Netanyahu: Damai dengan Arab Pompa Jutaan Dolar ke Kas Israel)
Survei menunjukkan hanya 11% warga kulit putih pinggiran kota yang menyatakan faktor terpenting yang mempengaruhi suara mereka adalah kandidat tegas pada kejahatan dan kerusuhan sipil. (Baca Infografis: Burevestnik : Rudal Jelajah Nuklir Rusia dengan Jangkauan Global)
Lihat Juga :