Kapal Induk Nuklir Amerika USS Abraham Lincoln Sudah di Dekat Iran, Awas Perang Pecah!

Senin, 26 Januari 2026 - 08:24 WIB
loading...
Kapal Induk Nuklir Amerika...
Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut AS dilaporkan sudah berada di perairan dekat Iran. Kehadirannya memicu kekhawatiran akan pecahnya perang kedua negara. Foto/TWZ
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan penumpukan militer besar-besaran di Timur Tengah dengan kedatangan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln pada hari Minggu. Kapal induk bertenaga nuklir itu sekarang berada dalam jarak serang Iran, yang memicu kekhawatiran perang kedua negara akan benar-benar pecah.

Mengutip laporan dari Turkiye Today, Senin (26/1/2026), Kelompok Tempur USS Abraham Lincoln telah mencapai wilayah tanggung jawab Komando Pusat (CENTCOM) AS sejak hari Minggu, mengakhiri pengerahan ulang cepat selama 10 hari dari kawasan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Iran Pajang Mural Rakasasa Bergambar Kapal Induk dan Jet Tempur AS Hancur Dirudal

Pengerahan tersebut, yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump, mencakup pesawat tempur canggih, kapal perusak yang dipersenjatai dengan rudal jelajah, dan jaringan sistem pertahanan rudal yang kini digambarkan oleh para pejabat sebagai sepenuhnya beroperasi.

Postur militer ini menandai peningkatan signifikan dalam kehadiran Amerika di dekat perairan Iran, meskipun belum ada serangan yang diluncurkan.

Trump menggambarkan pengerahan tersebut sebagai tindakan pencegahan, menyatakan bahwa pasukan itu bergerak "hanya untuk berjaga-jaga" jika diplomasi gagal, sambil memperingatkan bahwa Iran menghadapi potensi pembalasan yang lebih keras daripada yang pernah dialami jika rezim Teheran terus melakukan penindasan terhadap para demonstran.

Kelompok Tempur USS Abraham Lincoln terdiri dari beberapa kapal perusak kelas Arleigh Burke yang dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk yang mampu menyerang target di pedalaman yang dalam. Sayap Udara 9 di atas kapal tersebut mencakup pesawat tempur siluman F-35C Lightning II dan F/A-18E/F Super Hornet, yang memberikan kemampuan ofensif yang substansial.

Di luar kelompok tempur kapal induk, AS telah menempatkan F-15E Strike Eagle di Yordania dan pesawat pengebom B-52 Stratofortress di Qatar, menciptakan beberapa lapisan opsi serangan. USS Abraham Lincoln melintasi Selat Malaka ke arah barat pada 20 Januari sebelum mendekati Teluk Oman dan Laut Arab pada akhir Januari.

Data intelijen yang dibagikan antara AS dan Israel menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran menyesatkan para pejabat Amerika dengan berjanji untuk menghentikan eksekusi para demonstran sementara secara diam-diam terus melakukan pembunuhan.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan telah pindah ke bunker bawah tanah yang diperkuat, namun laporan tersebut dibantah keras pemerintah. Sedangkan Korps Garda Revolusi Islam menempatkan pasukan dalam keadaan siaga tinggi.

Sementara itu, Pemerintah Iran telah meresmikan mural raksasa di alun-alun pusat Teheran pada hari Minggu yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan jet-jet tempur di dek penerbangannya hancur diserang rudal. Mural itu sebagai peringatan langsung kepada Washington untuk tidak melakukan serangan militer terhadap Iran.

Di sebelah gambar jet-jet tempur yang hancur di atas kapal induk tersebut terdapat tulisan slogan: “Jika kau menabur angin, kau akan menuai badai.”

Peresmian mural di Lapangan Enghelab ini bertepatan dengan kedatangan USS Abraham Lincoln dan kapal perang pengiringnya.

Lapangan Enghelab digunakan untuk pertemuan yang diselenggarakan oleh negara, dan pihak berwenang mengubah muralnya berdasarkan acara-acara nasional. Pada hari Sabtu, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa pasukannya “lebih siap dari sebelumnya, jari di pelatuk.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved