Trump Ancam Negara NATO dengan Tarif 100% karena Berdagang dengan China

Minggu, 25 Januari 2026 - 08:39 WIB
loading...
Trump Ancam Negara NATO...
Presiden AS Donald Trump (kiri) mengancam akan berlakukan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Foto/Sky News
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang asal Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Ancaman ini semakin memperburuk hubungan Washington dengan sekutu NATO-nya.

Dalam unggahan di Truth Social pada hari Sabtu, Trump mengecam Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney dan mengatakan: "Jika dia berpikir akan menjadikan Kanada sebagai 'Pelabuhan Transit' bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, dia sangat keliru."

Baca Juga: Respons Menohok PM Carney atas Serangan Trump: Kanada Tak Hidup karena AS!

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, Kanada akan langsung dikenai tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS," lanjut Trump.

"China akan melahap Kanada, benar-benar menghancurkannya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, tatanan sosial, dan cara hidup mereka secara umum," imbuh Trump.

Kesepakatan Bersejarah Kanada-China


Kanada telah berupaya mengurangi ketergantungannya pada AS dengan menyetujui "kesepakatan bersejarah" dengan China di bawah kemitraan strategis baru.

"Kanada dan China telah mencapai kesepakatan perdagangan awal tetapi bersejarah untuk menghilangkan hambatan perdagangan dan mengurangi tarif," kata Carney dalam konferensi pers setelah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, China, yang dulunya merupakan pasar terbesar Kanada untuk biji canola, akan mengurangi tarif produk canola pada tanggal 1 Maret menjadi sekitar 15 persen, turun dari 84 persen saat ini.

China juga akan mengizinkan pengunjung Kanada untuk memasuki negara tersebut tanpa visa. Sebagai imbalannya, Kanada akan mengimpor 49.000 kendaraan listrik (EV) China dengan tarif preferensial baru sebesar 6,1 persen.

Hubungan antara China dan Kanada pernah memburuk setelah otoritas Kanada menangkap putri pendiri Huawei atas surat perintah AS. Sebagai balasan, China menahan dua warga Kanada atas tuduhan spionase.

Setelah itu, kedua negara memberlakukan tarif pada ekspor masing-masing. Namun, China mengatakan bahwa mereka ingin mengembalikan hubungan dengan Kanada ke "jalur yang benar", dan Carney juga telah berupaya untuk melakukan perubahan haluan.

Setelah mitra ekonomi utama dan sekutu tradisional Kanada, AS, menaikkan tarif pada produk Kanada, Ottawa telah mencari bisnis di tempat lain.

Perselisihan Kanada-AS


Perang kata-kata antara kedua pemimpin meningkat selama seminggu terakhir, dimulai dengan pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada hari Selasa. Peringatannya yang blakblakan tentang "keruntuhan" dalam tatanan global yang dipimpin AS menuai tepuk tangan meriah.

Meskipun Carney tidak menyebut nama Trump secara langsung, pernyataannya secara luas ditafsirkan sebagai sindiran terhadap pendekatan destabilisasi Presiden AS terhadap diplomasi global.

Trump menanggapi keesokan harinya dalam pidatonya sendiri, sebelum melangkah lebih jauh dengan mencabut undangan kepada Perdana Menteri Kanada untuk bergabung dengan apa yang disebutnya "Dewan Perdamaian"—sebuah badan yang menurut Trump dipromosikan sebagai mekanisme untuk menyelesaikan konflik internasional.

Awalnya dirancang sebagai forum untuk mengelola Gaza pasca-perang, inisiatif ini sekarang tampaknya berkembang dalam ambisinya, memicu spekulasi bahwa Trump memposisikannya sebagai alternatif bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pidato nasional pada hari Kamis, Carney menyatakan bahwa "Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada", sambil tetap mengakui apa yang dia gambarkan sebagai "kemitraan yang luar biasa" antara kedua negara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved