Visi Kushner dan Trump untuk Gaza Dianggap Rekayasa Kolonial yang Hancurkan Budaya Asli

Jum'at, 23 Januari 2026 - 18:47 WIB
loading...
Visi Kushner dan Trump...
Visi pembangunan Gaza dianggap rekayasa kolonial yang hancurkan budaya asli Palestina. Foto/x
A A A
DAVOS - Visi Jared Kushner untuk "Gaza Baru", yang menampilkan gedung pencakar langit AI yang berkilauan dan resor pantai, menuai kritik keras setelah diresmikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada hari Kamis (22/1/2026). Kushner, yang merupakan penasihat dan menantu Presiden AS Donald Trump, mempresentasikan apa yang menurutnya merupakan visi ekonomi komprehensif untuk masa depan wilayah tersebut.

Dia menjelaskan tentang membangun kembali wilayah itu dari awal dengan menara hunian, pusat data, dan resor tepi laut, dan membingkai inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya Trump memajukan gencatan senjata Israel-Hamas yang tegang akibat pelanggaran berulang oleh rezim Zionis.

Ia mengatakan rencana tersebut akan dipandu oleh prinsip-prinsip "pasar bebas". “Kami ingin menggunakan prinsip-prinsip ekonomi pasar bebas. Banyak hal yang dibicarakan Presiden Trump yang dilakukannya di Amerika, kami ingin membawa pola pikir dan pendekatan yang sama ke tempat seperti Gaza,” kata dia.

Menggambarkan skala kehancuran, Kushner mengatakan kepada hadirin bahwa Gaza telah mengalami “perang dua tahun, 90.000 ton amunisi”, meninggalkan “lebih dari 60 juta ton puing” dan “puluhan ribu korban jiwa”.

Rencana tersebut memicu reaksi negatif di media sosial, dengan pengguna menuduhnya membentuk kembali Gaza melalui apa yang mereka gambarkan sebagai rekayasa bergaya kolonial dan pengawasan permanen, sambil memisahkan wilayah tersebut dari budaya dan karakter Arabnya. Meral Hussein-Ece, anggota House of Lords Inggris, menulis di X, “Jadi begitulah. Ini selalu tentang pencurian tanah dan keuntungan di atas manusia.”

Pakar hukum Ramy Abdu memperingatkan, “Palestina menghadapi rencana untuk menghilangkan keberadaan mereka, berdasarkan domestikasi, penaklukan, dan kontrol.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved