Trump Akui AS Gunakan Senjata Sonik Rahasia saat Culik Maduro di Venezuela

Jum'at, 23 Januari 2026 - 11:56 WIB
loading...
A A A
Laporan tentang penggunaan senjata sonik selama serangan militer AS di Venezuela bermunculan setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membagikan kesaksian yang diduga berasal dari salah satu pengawal Presiden Maduro sendiri, yang menggambarkan apa yang terjadi ketika senjata rahasia tersebut digunakan.

Saksi mengatakan dia melihat sesuatu diluncurkan yang tidak bisa dia gambarkan dengan jelas, tetapi terasa seperti gelombang suara yang sangat kuat. "Tiba-tiba, saya merasa kepala saya meledak dari dalam," ujarnya. Dia lebih lanjut menyatakan bahwa alat itu menyebabkan beberapa tentara mimisan dan bahkan muntah darah, dengan banyak yang pingsan dan tidak dapat berdiri.

Segera setelah Trump berbicara tentang senjata rahasia AS, Rusia menuntut informasi lebih lanjut tentang senjata tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa badan intelijen Rusia telah ditugaskan untuk memeriksa pernyataan Trump, menurut laporan The Global Times, Jumat (23/1/2026).

"Kami memiliki layanan terkait yang tugasnya meliputi pengumpulan dan analisis informasi mengenai masalah ini. Mereka sedang menjalankan tugasnya. Tetapi dalam kasus ini, mungkin masih perlu bagi kami untuk mendengar klarifikasi tentang apa yang dimaksud oleh Presiden Amerika Serikat," imbuh dia.

Awal bulan ini, pasukan khusus Delta Force AS menculik Maduro dan istrinya. Maduro sekarang menghadapi tuduhan terorisme narkoba di Amerika Serikat. Namun, dia telah menyatakan tidak bersalah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved