Jerman Tolak Gabung Dewan Perdamaian Trump, Dukung Perserikatan Bangsa-Bangsa

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:30 WIB
loading...
Jerman Tolak Gabung...
Presiden AS Donald Trump menandatangani piagam Dewan Perdamaian selama Forum Ekonomi Dunia ke-56 di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026. Foto/Harun Özalp/Anadolu Agency
A A A
BERLIN - Pemerintah Jerman telah menerima dokumen resmi dari Washington dalam beberapa hari terakhir yang menguraikan inisiatif yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membentuk apa yang disebutnya sebagai “dewan perdamaian”.Badan internasional baru yang diusulkan ini dimaksudkan untuk menangani gencatan senjata di Gaza dan mengelola masalah konflik lainnya.

Namun, sumber pemerintah Jerman mengatakan isi dokumen tersebut jauh melampaui apa yang diharapkan Berlin, sehingga memicu respons hati-hati yang menyebabkan Jerman menolak bergabung dengan inisiatif tersebut dalam bentuknya saat ini. Menurut informasi yang beredar di kalangan diplomatik Eropa, “piagam dewan perdamaian” yang dikirim oleh pemerintahan AS ke sekitar 60 negara tidak terbatas pada konflik Gaza.

Sebaliknya, piagam tersebut mengusulkan pembentukan organisasi internasional baru, dengan Trump sendiri sebagai presiden pendirinya, yang memberinya kekuasaan luas atas keanggotaan dan mekanisme pengambilan keputusan. Berlin memandang ini sebagai penyimpangan yang jelas dari aturan sistem internasional yang telah ditetapkan sejak Perang Dunia Kedua.

Majalah Der Spiegel Jerman melaporkan pemerintah Jerman, yang telah menunggu klarifikasi resmi AS tentang inisiatif tersebut dalam beberapa minggu terakhir, terkejut dengan isi dokumen tersebut. Sumber-sumber terpercaya mengatakan Berlin meyakini proposal tersebut melemahkan fondasi multilateralisme internasional dan mengabaikan peran lembaga-lembaga yang ada, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pernyataan terakhir Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada upacara penandatanganan Dewan Perdamaian merujuk pada Jalur Gaza dalam hal nilai propertinya. Menantu Trump, Jared Kushner juga menyebut pembangunan 100.000 unit perumahan di Rafah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved