10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Mayoritas Sudah Teruji di Medan Perang

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Radar phased-array COBRA dan daya pemrosesannya yang tinggi memungkinkan radar ini untuk menangani berbagai ancaman secara bersamaan, menjadikannya aset penting bagi pasukan NATO.

Baca Juga: Trump Bocorkan Pesan Pribadi dari Kepala NATO Soal Greenland

4. Radar Pencari Senjata BEL (India)

Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) mengembangkan Radar Pencari Senjata (WLR) BEL untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat India. Radar buatan dalam negeri ini mampu mendeteksi dan melacak peluru artileri, mortir, dan roket dengan presisi tinggi.

Mobilitas dan kemampuannya untuk beroperasi di lingkungan yang keras menjadikannya aset berharga bagi pasukan pertahanan India.

5. ZOOPARK-1M (Rusia)

ZOOPARK-1M adalah WLR buatan Rusia yang dirancang untuk mendeteksi dan menemukan artileri, mortir, dan peluncur roket musuh. Radar ini sangat mobile dan dapat dikerahkan dengan cepat dalam kondisi medan perang.

Algoritma canggih dan kemampuan pemrosesan sinyal sistem ini memungkinkannya beroperasi secara efektif di lingkungan peperangan elektronik, menjadikannya komponen kunci dari strategi militer Rusia.

6. ELM-2084 (Israel)

Dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI), ELM-2084 adalah sistem radar multi-misi yang unggul dalam pen locating senjata dan pertahanan udara. Teknologi AESA canggihnya memungkinkannya untuk mendeteksi dan melacak berbagai ancaman, termasuk roket, artileri, dan kendaraan udara tak berawak (UAV).

ELM-2084 adalah komponen kunci dari sistem pertahanan Iron Dome Israel, yang menyediakan data peringatan dini dan penargetan yang penting.

7. SLC-2 (China)

Radar SLC-2 China adalah sistem pen locating senjata serbaguna yang dirancang untuk mendeteksi dan melacak artileri, roket, dan rudal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Ketika Raja Charles...
Ketika Raja Charles Terkagum-kagum dengan Masjid Cambridge: Saya Sangat Terkesan!
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved