6 Alasan Jerman Bangun Militer Terkuat di Eropa, dari Tidak Percaya kepada Trump dan NATO

Kamis, 22 Januari 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Scholz pada saat itu menyalahkan prosedur birokrasi, tetapi beberapa orang percaya ada juga hambatan budaya.

“Bundeswehr tidak dipandang positif dan, oleh karena itu, tidak ada orang waras yang akan memilihnya sebagai karier. Jadi, itu akan menjadi hal yang lebih khusus, mungkin lebih untuk orang-orang di sisi kanan spektrum politik,” kata Minna Alander, seorang peneliti di Pusat Analisis Kebijakan Eropa yang mengkhususkan diri dalam keamanan dan pertahanan, kepada Al Jazeera.

“Orang Jerman yang berpendidikan tinggi, orang Jerman yang lebih tua, tumbuh besar dengan mendengar betapa mengerikannya Nazi Jerman,” kata Jenderal Hodges, yang sekarang tinggal di Jerman. “Dan bagi orang Jerman yang lebih tua yang masih anak-anak selama perang, mimpi buruk terburuk bagi mereka adalah perang dengan Rusia, atau tanpa Amerika Serikat.”

Namun persepsi telah berubah dengan cepat sejak tahun 2022.

Merz berkuasa dengan mengutuk Moskow dan Washington, menuntut “kemerdekaan” dari AS.

Pada saat ia menjabat, parlemen telah menyetujui penangguhan batasan defisit konstitusional untuk memberinya peningkatan besar dan permanen dalam pengeluaran pertahanan. Bulan lalu, parlemen menyetujui sekitar $60 miliar untuk pengadaan pertahanan.

6. Tidak Bergantung pada Eropa

“Sensitivitas atas wajib militer adalah sesuatu yang dikemas Rusia ke dalam narasi propaganda mereka kepada banyak masyarakat di Eropa,” kata Victoria Vdovychenko, seorang ahli perang hibrida di Pusat Geopolitik Universitas Cambridge.

“Jerman adalah salah satunya, jadi pada dasarnya, Anda akan melihat lonjakan berita tentang betapa buruknya keadaan ketika Jerman mengirim anak-anak untuk dibunuh,” katanya kepada Al Jazeera.

Ia juga khawatir tentang waktu yang dibutuhkan agar uang dan kemauan politik dapat diterjemahkan menjadi kapasitas industri dan kekuatan.

Scholz berjanji untuk membentuk brigade untuk mempertahankan celah Suwalki, sebuah wilayah Lithuania yang rentan yang terletak di antara Belarus dan Kaliningrad, wilayah yang dikuasai Rusia di Laut Baltik, tetapi perekrutan, pelatihan, dan perlengkapannya masih berlangsung.

“Kami bukan orang bodoh, jadi kami tidak pernah bergantung pada proses Eropa, [gagasan bahwa] siapa pun akan datang sebagai dewa untuk membantu kami,” kata Vdovychenko, yang merupakan warga Ukraina. “Kami benar-benar mengerti, rakyat kamilah yang akan selalu berada di garis depan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved