4 Alasan Jerman Butuh Senjata Nuklir

Selasa, 20 Januari 2026 - 04:40 WIB
loading...
4 Alasan Jerman Butuh...
Jerman membutuhkan senjata nuklir karena AS sudah tak bisa dipercaya. Foto/X/@ArturBogacki
A A A
BERLIN - Jerman harus menjadi kekuatan nuklir karena upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland menunjukkan bahwa Eropa tidak lagi dapat mengandalkan perlindungan Amerika. Itu diungkapkan anggota parlemen sayap kanan Kay Gottschalk.

4Alasan Jerman Butuh Senjata Nuklir

1. AS Telah Berkhianat

Gottschalk, juru bicara kebijakan keuangan parlemen dari Partai Alternatif untuk Jerman (AfD), mengatakan konsensus pascaperang tentang “mengalihdayakan pertahanan Eropa” ke Washington telah “lenyap begitu saja” dan mengklaim sikap Trump terhadap Greenland membuktikan “tidak ada persahabatan antar negara, hanya kepentingan.”

“Dan kepentingan Amerika Serikat pada dasarnya berbeda dari kepentingan kita dan Eropa. Justru karena alasan inilah, kita harus sekali lagi mengambil alih pertahanan dan keamanan Eropa… Jerman membutuhkan senjata nuklir,” tulis Gottschalk di X pada hari Minggu.


2. Membentuk Aliansi Eropa

Anggota parlemen itu juga menyerukan kepada Jerman dan negara-negara Uni Eropa untuk menciptakan “militer terkuat” dan “senjata terbaik.”

“Akan sulit untuk membentuk aliansi pertahanan bersama di antara negara-negara Eropa. Perbedaan politiknya besar, keretakan masa lalunya dalam dan luas. Tetapi itu adalah satu-satunya jalan keluar dari ketergantungan menuju kedaulatan,” tegas anggota parlemen tersebut.

3. AS Ingin Mencaplok Greenland

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia menginginkan kendali atas Greenland – wilayah otonom Denmark – dengan alasan bahwa wilayah itu sangat penting bagi kepentingan strategis AS di Arktik dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan. Para pemimpin Eropa telah menolak perubahan apa pun dalam status Greenland, yang mengakibatkan keretakan besar antara AS dan negara-negara NATO lainnya.

Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli pulau tersebut, yang memicu peringatan bersama dari Eropa tentang "spiral penurunan yang berbahaya."

Baca Juga: Presiden Jerman Tuding Warganya Malas Bekerja dan Sering Sakit-sakitan

4. Bisa Membuat Bom Nuklir dalam Hitungan Bulan

Mengenai senjata nuklir, Jerman terikat oleh Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, dengan para pejabat di Berlin berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk memperoleh jenis senjata ini. Menurut Perjanjian Dua Plus Empat, yang membuka jalan bagi reunifikasi negara tersebut, Berlin juga dilarang untuk menampung senjata nuklir di wilayah yang dulunya merupakan Jerman Timur.

Kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi mengatakan pada bulan Juli bahwa Jerman dapat membangun bom "dalam hitungan bulan," tetapi menekankan bahwa skenario tersebut "murni hipotetis."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved