Trump: Saya Meyakinkan Diri Sendiri untuk Tidak Mengebom Iran

Minggu, 18 Januari 2026 - 06:23 WIB
loading...
Trump: Saya Meyakinkan...
Presiden AS Donald Trump klaim telah meyakinkan diri sendiri untuk tidak mengebom Iran. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras bahwa keputusan untuk menahan diri dari mengebom Iran adalah keputusannya sendiri dan tidak dipengaruhi oleh negara ketiga mana pun.

Trump telah berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Republik Islam Iran di tengah protes kekerasan yang sedang berlangsung di Iran. Kerusuhan pecah di banyak wilayah di Iran mulai akhir Desember karena kesulitan ekonomi dan inflasi tetapi berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah, menyebabkan ratusan orang tewas. Berbicara untuk para demonstran Iran awal pekan ini, dia berkata: “Bantuan sedang dalam perjalanan.”

Baca Juga: Langka, PM Israel Netanyahu Minta Trump Tunda Serangan AS terhadap Iran

Reuters melaporkan pada hari Rabu bahwa serangan AS terhadap Iran “akan segera terjadi". Namun, serangan itu akhirnya tidak terjadi, dengan media AS kemudian mengeklaim bahwa pejabat senior dari Qatar, Arab Saudi, Oman, Mesir, dan Israel telah mendesak Trump untuk membatalkannya.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang laporan-laporan tersebut, Trump menjawab, “Tidak ada yang meyakinkan saya. Saya meyakinkan diri sendiri.”

AS awalnya berencana menyerang Iran setelah rezim Teheran diduga akan mengeksekusi beberapa demonstran yang ditahan selama kerusuhan. Namun, Trump mengeklaim Iran membatalkan rencana eksekusi itu.

“Kemarin, Anda menjadwalkan lebih dari 800 hukuman gantung. Mereka tidak menggantung siapa pun. Mereka membatalkan hukuman gantung,” jelas Trump. “Saya sangat menghargai fakta bahwa mereka membatalkan itu,” imbuh dia.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu: “Tidak akan ada hukuman gantung hari ini atau besok.”

Araghchi juga mengatakan bahwa ketenangan telah kembali ke kota-kota di Iran, dengan pemerintah memegang kendali penuh, dan menyalahkan Israel dan campur tangan pihak luar karena memicu kerusuhan.

Trump juga ditanya apakah janjinya untuk membantu para demonstran Iran masih berlaku. “Kita lihat saja nanti,” jawabnya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (18/1/2026).

Meskipun membatalkan serangan udara, AS telah mengirim setidaknya satu kapal induk ke Timur Tengah, menurut laporan Fox News pada hari Jumat, yang mengutip sumber militer Amerika. Laporan itu mengatakan Washington juga sudah memiliki tiga kapal perusak dan tiga Kapal Tempur Pesisir (Littoral Combat Ship) di wilayah tersebut.

Awal pekan ini, AS memberlakukan sanksi tambahan terhadap Iran, menargetkan lima pejabat keamanan yang dituduh terlibat dalam "kekerasan dan penindasan kejam" terhadap para demonstran, salah satu penjara negara itu, dan 18 individu dan entitas lain yang diduga membantu Teheran menghindari pembatasan minyak.

Sementara itu, Rusia menyatakan telah aktif mempromosikan deesklasi ketegangan di Timur Tengah. Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, upaya itu, termasuk melalui percakapan telepon Presiden Vladimir Putin dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan juga dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved