Blokade Maritim AS Masih Berjalan, Kapal Tanker Minyak Lainnya Disita di Karibia
Jum'at, 16 Januari 2026 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Mereka mengklaim, “Kapal tersebut adalah kapal tanker terbaru yang beroperasi menentang karantina yang ditetapkan Presiden Trump terhadap kapal-kapal yang dikenai sanksi di Karibia."
Unggahan tersebut disertai dengan rekaman udara hitam putih yang buram yang tampaknya menunjukkan pasukan turun ke dek kapal tanker dari helikopter.
Komando Selatan tidak memberikan lokasi pasti dari penggeledahan tersebut. Data pelacakan kapal menunjukkan Veronica yang berukuran 815 kaki (249 meter) terakhir kali tercatat sekitar 12 hari sebelumnya di lepas pantai Venezuela.
“Departemen Perang teguh dalam misinya untuk menghancurkan aktivitas ilegal di Belahan Barat,” ungkap Komando Selatan AS, menambahkan penyitaan tersebut merupakan bagian dari Operasi Tombak Selatan.
Reuters melaporkan pekan ini bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengajukan serangkaian tindakan penyitaan sipil non-publik di pengadilan AS untuk mendapatkan surat perintah penyitaan puluhan kapal tanker lain yang diduga menghindari sanksi dan membawa minyak dari Venezuela, serta Iran dan Rusia.
Unggahan tersebut disertai dengan rekaman udara hitam putih yang buram yang tampaknya menunjukkan pasukan turun ke dek kapal tanker dari helikopter.
Komando Selatan tidak memberikan lokasi pasti dari penggeledahan tersebut. Data pelacakan kapal menunjukkan Veronica yang berukuran 815 kaki (249 meter) terakhir kali tercatat sekitar 12 hari sebelumnya di lepas pantai Venezuela.
“Departemen Perang teguh dalam misinya untuk menghancurkan aktivitas ilegal di Belahan Barat,” ungkap Komando Selatan AS, menambahkan penyitaan tersebut merupakan bagian dari Operasi Tombak Selatan.
Reuters melaporkan pekan ini bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengajukan serangkaian tindakan penyitaan sipil non-publik di pengadilan AS untuk mendapatkan surat perintah penyitaan puluhan kapal tanker lain yang diduga menghindari sanksi dan membawa minyak dari Venezuela, serta Iran dan Rusia.
Lihat Juga :