Setiap Penduduk Gaza Dikelilingi 30 Ton Puing
Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:56 WIB
loading...
Seorang anggota keluarga menggendong Haji Nabila Halawa, wanita Palestina berusia 65 tahun yang kehilangan satu kaki dan mengalami luka serius di kaki lainnya setelah serangan Israel terhadap rumahnya di Kota Gaza, Gaza pada 12 Januari 2026. Foto/Khames A
A
A
A
JALUR GAZA - Seorang pejabat senior PBB mengatakan setiap orang di Gaza sekarang dikelilingi, rata-rata, oleh 30 ton puing. Pernyataan itu menyoroti skala kehancuran di wilayah tersebut.
Jorge Moreira da Silva, wakil sekretaris jenderal PBB dan direktur eksekutif UNOPS (Kantor PBB untuk Layanan Proyek), mengatakan pada hari Kamis (15/1/2026) bahwa, “Gaza berisi lebih dari 60 juta ton puing, kapasitas hampir 3.000 kapal kontainer.”
“Kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 7 tahun untuk membersihkan puing-puing ini,” ungkap da Silva.
Ia menggambarkan skala kehancuran sebagai “sangat besar.”
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan setelah kunjungan ke Gaza dan wilayah tersebut, Moreira da Silva mengatakan, “Krisis kemanusiaan semakin dalam. Orang-orang di Gaza kelelahan, trauma, dan kewalahan.”
Dia menekankan, “Kondisi musim dingin yang keras dan hujan lebat minggu ini melipatgandakan penderitaan dan keputusasaan orang-orang.”
“Bagi anak-anak, kehidupan sehari-hari ditandai dengan kehilangan dan trauma,” ujar da Silva.
Dia mencatat bahwa mereka telah absen dari sekolah selama tiga tahun berturut-turut dan berisiko menjadi generasi yang hilang, dengan luka fisik dan psikologis yang semakin sulit disembuhkan setiap harinya.
Baca juga: Mengapa Akses ke Minyak Mentah Berat Venezuela Bikin Girang Kilang Minyak AS?
Jorge Moreira da Silva, wakil sekretaris jenderal PBB dan direktur eksekutif UNOPS (Kantor PBB untuk Layanan Proyek), mengatakan pada hari Kamis (15/1/2026) bahwa, “Gaza berisi lebih dari 60 juta ton puing, kapasitas hampir 3.000 kapal kontainer.”
“Kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 7 tahun untuk membersihkan puing-puing ini,” ungkap da Silva.
Ia menggambarkan skala kehancuran sebagai “sangat besar.”
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan setelah kunjungan ke Gaza dan wilayah tersebut, Moreira da Silva mengatakan, “Krisis kemanusiaan semakin dalam. Orang-orang di Gaza kelelahan, trauma, dan kewalahan.”
Dia menekankan, “Kondisi musim dingin yang keras dan hujan lebat minggu ini melipatgandakan penderitaan dan keputusasaan orang-orang.”
“Bagi anak-anak, kehidupan sehari-hari ditandai dengan kehilangan dan trauma,” ujar da Silva.
Dia mencatat bahwa mereka telah absen dari sekolah selama tiga tahun berturut-turut dan berisiko menjadi generasi yang hilang, dengan luka fisik dan psikologis yang semakin sulit disembuhkan setiap harinya.
Baca juga: Mengapa Akses ke Minyak Mentah Berat Venezuela Bikin Girang Kilang Minyak AS?
(sya)
Lihat Juga :