Iran Buka Lagi Wilayah Udaranya setelah 5 Jam Ditutup, Ancaman Perang Mereda?
Kamis, 15 Januari 2026 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia diyakinkan pembunuhan para demonstran di Iran telah berhenti dan eksekusi yang direncanakan telah dihentikan.
Presiden Trump telah berulang kali mengatakan ia memahami pembunuhan para demonstran di Iran telah berhenti dan eksekusi terhadap demonstran yang ditahan tidak akan dilanjutkan.
Ancaman Trump sebelumnya untuk menyerang Iran mendorong Teheran memperingatkan pembalasan, sementara Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh mengatakan negara itu siap membela diri "dengan kekuatan penuh" jika diserang.
Qatar mengkonfirmasi pemindahan beberapa personel dari pangkalan udara Al Udeid di luar ibu kota, Doha, dengan mengatakan itu sebagai tanggapan terhadap "ketegangan regional saat ini".
Amnesty International mengatakan telah meninjau bukti yang menunjukkan "pembunuhan massal yang melanggar hukum yang dilakukan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" di Iran selama seminggu terakhir, termasuk terhadap "sebagian besar demonstran dan warga sipil yang damai".
Presiden Trump telah berulang kali mengatakan ia memahami pembunuhan para demonstran di Iran telah berhenti dan eksekusi terhadap demonstran yang ditahan tidak akan dilanjutkan.
Ancaman Trump sebelumnya untuk menyerang Iran mendorong Teheran memperingatkan pembalasan, sementara Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh mengatakan negara itu siap membela diri "dengan kekuatan penuh" jika diserang.
Qatar mengkonfirmasi pemindahan beberapa personel dari pangkalan udara Al Udeid di luar ibu kota, Doha, dengan mengatakan itu sebagai tanggapan terhadap "ketegangan regional saat ini".
Amnesty International mengatakan telah meninjau bukti yang menunjukkan "pembunuhan massal yang melanggar hukum yang dilakukan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" di Iran selama seminggu terakhir, termasuk terhadap "sebagian besar demonstran dan warga sipil yang damai".
Lihat Juga :