Lebih Banyak Tentara NATO Bermunculan di Greenland karena Trump Bersikap Keras
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:54 WIB
loading...
Lebih banyak tentara NATO akan hadir di Greenland mulai Kamis (15/1/2026) setelah Presiden AS Donald Trump bersikap keras untuk mencaplok pulau tersebut. Foto/Lee Blease/Royal Navy via UNN
A
A
A
NUUK - Lebih banyak tentara NATO akan hadir di Greenland mulai Kamis (15/1/2026). Demikian disampaikan Wakil Perdana Menteri Greenland Mute Egede pada hari Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mengubah sikap kerasnya untuk mencaplok pulau otonom Denmark tersebut.
"Tentara NATO diperkirakan akan lebih banyak hadir di Greenland mulai hari ini dan beberapa hari mendatang. Diperkirakan akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer," kata Egede dalam konferensi pers, yang dilansir AFP.
Baca Juga: 3 Negara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS
Egede mengatakan kehadiran pasukan NATO di Greenland untuk misi latihan militer.
Egede sebelumnya berbicara kepada wartawan setelah pertemuan di Gedung Putih dengan pejabat AS dan Denmark, yang gagal melunakkan sikap keras Trump.
Trump bersikeras bahwa AS perlu mengendalikan pulau Arktik tersebut, mengeklaim bahwa hanya AS yang dapat secara memadai mempertahankan pulau yang berlokasi strategis tersebut.
Denmark telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa hari terakhir untuk meningkatkan kehadiran militer di Greenland, dan telah menyerukan latihan militer yang akan mencakup pesawat, kapal, dan tentara. Swedia mengatakan akan berpartisipasi.
Pada hari Rabu, Jerman dan Prancis sama-sama mengatakan akan mengirim pasukan ke Greenland untuk latihan.
Denmark mengatakan telah menginvestasikan hampir USD14 miliar untuk keamanan Arktik. Namun, Trump mencemooh upaya Denmark untuk meningkatkan keamanan Greenland, yang menggambarkannya sebagai "dua kereta luncur anjing."
Trump—yang tidak menghadiri pertemuan para pejabat AS, Denmark, dan Greenland di Gedung Putih—mengatakan: "Tidak ada yang dapat dilakukan Denmark jika Rusia atau China ingin menduduki Greenland, tetapi ada banyak hal yang dapat kami lakukan. Anda mengetahuinya minggu lalu dengan Venezuela."
Denmark dan negara-negara Nordik lainnya mengatakan klaim Trump tentang aktivitas Rusia atau China di dekat Denmark tidak berdasar. Bagaimanapun, jika wilayah otonom Denmark diserang, berdasarkan Pasal 5 NATO, AS wajib membela wilayah tersebut. AS juga memiliki pangkalan militer di Greenland.
Dalam beberapa hari terakhir, Denmark mengumumkan latihan militer di Greenland, sementara awal pekan ini Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa aliansi tersebut akan mulai berupaya memperkuat strategi pertahanan Arktik.
Namun, semua ini belum meredakan obsesi Trump untuk menempatkan Greenland di bawah kendali AS.
Meski demikian, Trump menunjukkan nada yang lebih lunak untuk pertama kalinya dalam komentarnya yang ditujukan kepada pemimpin Denmark pada hari Rabu.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Denmark, dan kita akan lihat bagaimana semuanya berjalan. Saya pikir sesuatu akan berhasil," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Setelah meninggalkan Gedung Putih pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan pengambilalihan Greenland oleh AS "sama sekali tidak perlu."
"Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland," kata Rasmussen kepada wartawan.
"Oleh karena itu, kami masih memiliki perbedaan pendapat mendasar, tetapi kami juga sepakat untuk berbeda pendapat."
Rasmussen menambahkan bahwa suasana pertemuan itu "konstruktif" dan sebuah komite akan dibentuk untuk bertemu dalam beberapa minggu ke depan guna menemukan "jalan keluar bersama."
"Tentara NATO diperkirakan akan lebih banyak hadir di Greenland mulai hari ini dan beberapa hari mendatang. Diperkirakan akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer," kata Egede dalam konferensi pers, yang dilansir AFP.
Baca Juga: 3 Negara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS
Egede mengatakan kehadiran pasukan NATO di Greenland untuk misi latihan militer.
Egede sebelumnya berbicara kepada wartawan setelah pertemuan di Gedung Putih dengan pejabat AS dan Denmark, yang gagal melunakkan sikap keras Trump.
Trump bersikeras bahwa AS perlu mengendalikan pulau Arktik tersebut, mengeklaim bahwa hanya AS yang dapat secara memadai mempertahankan pulau yang berlokasi strategis tersebut.
Denmark telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa hari terakhir untuk meningkatkan kehadiran militer di Greenland, dan telah menyerukan latihan militer yang akan mencakup pesawat, kapal, dan tentara. Swedia mengatakan akan berpartisipasi.
Pada hari Rabu, Jerman dan Prancis sama-sama mengatakan akan mengirim pasukan ke Greenland untuk latihan.
Denmark mengatakan telah menginvestasikan hampir USD14 miliar untuk keamanan Arktik. Namun, Trump mencemooh upaya Denmark untuk meningkatkan keamanan Greenland, yang menggambarkannya sebagai "dua kereta luncur anjing."
Trump—yang tidak menghadiri pertemuan para pejabat AS, Denmark, dan Greenland di Gedung Putih—mengatakan: "Tidak ada yang dapat dilakukan Denmark jika Rusia atau China ingin menduduki Greenland, tetapi ada banyak hal yang dapat kami lakukan. Anda mengetahuinya minggu lalu dengan Venezuela."
Denmark dan negara-negara Nordik lainnya mengatakan klaim Trump tentang aktivitas Rusia atau China di dekat Denmark tidak berdasar. Bagaimanapun, jika wilayah otonom Denmark diserang, berdasarkan Pasal 5 NATO, AS wajib membela wilayah tersebut. AS juga memiliki pangkalan militer di Greenland.
Dalam beberapa hari terakhir, Denmark mengumumkan latihan militer di Greenland, sementara awal pekan ini Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa aliansi tersebut akan mulai berupaya memperkuat strategi pertahanan Arktik.
Namun, semua ini belum meredakan obsesi Trump untuk menempatkan Greenland di bawah kendali AS.
Meski demikian, Trump menunjukkan nada yang lebih lunak untuk pertama kalinya dalam komentarnya yang ditujukan kepada pemimpin Denmark pada hari Rabu.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Denmark, dan kita akan lihat bagaimana semuanya berjalan. Saya pikir sesuatu akan berhasil," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Setelah meninggalkan Gedung Putih pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan pengambilalihan Greenland oleh AS "sama sekali tidak perlu."
"Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland," kata Rasmussen kepada wartawan.
"Oleh karena itu, kami masih memiliki perbedaan pendapat mendasar, tetapi kami juga sepakat untuk berbeda pendapat."
Rasmussen menambahkan bahwa suasana pertemuan itu "konstruktif" dan sebuah komite akan dibentuk untuk bertemu dalam beberapa minggu ke depan guna menemukan "jalan keluar bersama."
(mas)
Lihat Juga :