Serangan AS ke Iran Segera Terjadi, Kapal Induk Amerika Menuju Timur Tengah

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:43 WIB
loading...
Serangan AS ke Iran...
Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln sedang menuju Timur Tengah ketika serangan AS terhadap Iran dilaporkan akan segera terjadi. Foto/US Navy
A A A
TEHERAN - Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, bersama kelompok tempurnya sedang bergerak dari Laut China Selatan menuju Timur Tengah. Pemindahan aset-aset tempur ini terjadi setelah muncul laporan bahwa serangan Amerika terhadap Iran segera terjadi.

Pergerakan kapal induk tersebut dilaporkan Kellie Meyer, koresponden Gedung Putih dari News Nation, yang mengutip sumber AS.

"PERALATAN MILITER AS DIPINDAHKAN KE TIMUR TENGAH DI TENGAH KETEGANGAN DENGAN IRAN: AS sedang memindahkan gugus tempur kapal induk dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab CENTCOM, menurut sumber yang mengetahui hal ini. Proses ini akan memakan waktu sekitar satu minggu," tulis Meyer di akun X-nya, @KellieMeyerNews, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Iran Tutup Wilayah Udaranya, Serangan AS Dilaporkan Segera Terjadi

Kendati demikian, pergerakan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln itu belum tentu terkati dengan rencana serangan AS terhadap Iran, mengingat perjalanannya membutuhkan waktu setidaknya satu minggu.

Di Iran, otoritas berwenang telah menutup sebagian wilayah udara negara itu sejak hari Rabu. Menurut situs pelacakan penerbangan, FlightRadar24, Kamis (15/1/2026), Peringatan Pemberitahuan kepada Misi Udara (NOTAM) dikeluarkan oleh Teheran tepat setelah pukul 17.00 ET.

Dalam NOTAM tersebut, Iran melarang semua penerbangan kecuali penerbangan internasional ke dan dari Iran dengan izin.

Peta lalu lintas udara di atas Iran dan wilayah sekitarnya menunjukkan banyak penerbangan dialihkan di sekitar wilayah udara Iran.

Hanya lima pesawat yang terlihat di atas wilayah udara Iran pada saat NOTAM dikeluarkan, menurut situs pelacakan penerbangan tersebut.

Maskapai penerbangan Jerman; Lufthansa, mengatakan bahwa mereka akan menghindari semua wilayah udara Iran dan Irak sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, menurut laporan AFP. Lufthansa mengoperasikan beberapa merek di seluruh Eropa dan Timur Tengah, termasuk Austrian, Brussels Airlines, Discover, Eurowings, Swiss, dan ITA Airways.

Juga pada hari Rabu, AS meminta personel di beberapa pangkalan militernya di Timur Tengah untuk dievakuasi. Meski demikian, seorang diplomat AS yang dikutip Reuters, mengatakan langkah evakuasi ini hanya sebagai "perubahan postur". Menurutnya, penyebab pasti evakuasi tentara ini tidak disebutkan.

Di antara pangkalan yang terkena dampak perubahan postur tersebut adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan serangan militer AS terhadap Iran akan segera terjadi. Menurut laporan tersebut, serangan itu dapat terjadi hanya dalam beberapa jam saja.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Republik Islam Iran, yang telah dilanda demo rusuh sejak akhir Desember.

Kerusuhan tersebut terjadi di tengah inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran. Teheran menyalahkan kekerasan jalanan, yang diduga telah mengakibatkan ratusan hingga ribuan kematian, kepada AS dan Israel.

Reuters mengutip seorang pejabat militer Barat yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: "Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi."

Namun, sumber tersebut menambahkan: "Itulah cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada, dengan ketidakpastian sebagai bagian dari strategi."

Menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya, “Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.”

Reuters juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk menyerang Iran, meskipun cakupan aksi militer potensial tersebut masih belum jelas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved