Didakwa Kudeta Diri Sendiri, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:39 WIB
loading...
A A A
Sidang pidana Yoon atas tuduhan pemberontakan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran lain yang terkait dengan deklarasi darurat militer berakhir pada hari Selasa setelah 11 jam persidangan.

Pengadilan diperkirakan akan memberikan putusan atas kasus tersebut pada 19 Februari, menurut kantor berita Yonhap.

Mantan presiden tersebut membantah tuduhan terhadapnya, dengan alasan bahwa ia bertindak sesuai wewenangnya untuk mendeklarasikan darurat militer sebagai tanggapan atas apa yang ia gambarkan sebagai penghalangan pemerintah oleh partai-partai oposisi.

Berbicara di pengadilan pada hari Selasa, Yoon mengkritik penyelidikan atas tuduhan pemberontakan sebagai "gila" dan terperangkap dalam "manipulasi" dan "distorsi."


Jika dinyatakan bersalah, Yoon akan menjadi presiden Korea Selatan ketiga yang dihukum karena pemberontakan, setelah dua mantan pemimpin militer dihukum atas peran mereka dalam kudeta tahun 1979.

Namun, bahkan jika Yoon dijatuhi hukuman mati, kemungkinan besar hukuman tersebut tidak akan dilaksanakan, karena Korea Selatan telah memberlakukan moratorium tidak resmi terhadap eksekusi sejak tahun 1997.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
3 Hukuman Mati yang...
3 Hukuman Mati yang Mengguncang China Sepanjang 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved