Kapal Tanker Berbendera Rusia yang Disita AS Terlihat di Dekat Inggris
Rabu, 14 Januari 2026 - 07:11 WIB
loading...
Kapal tanker berbendera Rusia yang disita AS. Foto/Global Look Press/Lucio Tavora
A
A
A
LONDON - Kapal tanker berbendera Rusia, Marinera, yang ditangkap militer Amerika Serikat (AS) di perairan internasional di Atlantik Utara, terlihat di lepas pantai timur laut Skotlandia. Beberapa media Inggris, termasuk BBC dan The Sun, melaporkan hal itu pada hari Selasa (13/1/2026).
Kapal tersebut dicegat pada 7 Januari di barat laut Skotlandia. Pentagon mengklaim kapal tersebut, yang sebelumnya dikenal sebagai Bella 1, telah terlibat dalam "pelanggaran sanksi AS" terhadap Venezuela. Militer Inggris memberikan "dukungan" dalam penyitaan kapal tanker tersebut.
Kapal tersebut difoto sedang dikawal kapal Penjaga Pantai AS dan kapal tunda Inggris di Moray Firth –teluk segitiga besar yang terletak di utara dan timur Inverness – kata media tersebut saat mereka menerbitkan beberapa foto kapal tanker tersebut.
Seorang pejabat pemerintah Inggris mengatakan kepada BBC bahwa kapal tanker tersebut telah "memasuki perairan Inggris untuk diisi ulang dengan persediaan penting."
Kapal tersebut kemudian diperkirakan akan berlayar ke tempat lain, kata pejabat itu. Menurut laporan media, tujuan akhirnya masih belum diketahui.
Rusia sebelumnya mengakui penangkapan kapal tersebut. Kementerian Transportasi menyatakan Marinera telah menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia pada 24 Desember.
Mereka juga menuduh Washington melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pekan lalu bahwa otoritas Amerika telah berulang kali diberitahu melalui saluran komunikasi resmi bahwa kapal tanker minyak tersebut berlayar di bawah bendera Rusia.
Moskow juga sangat keberatan dengan ancaman penuntutan terhadap awak kapal tanker di wilayah AS yang disuarakan para pejabat Amerika.
Awak kapal terdiri dari warga negara Rusia, Ukraina, dan India. Washington setuju membebaskan dua anggota awak Rusia setelah permintaan dari Kremlin.
AS pertama kali mengincar kapal tanker tersebut pada akhir Desember setelah dilaporkan mencoba mendekati Venezuela.
Pada saat itu, kapten menolak permintaan untuk naik ke kapal oleh Penjaga Pantai AS, dan mengubah haluan menuju Atlantik, yang mendorong militer Amerika melakukan pengejaran.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
Kapal tersebut dicegat pada 7 Januari di barat laut Skotlandia. Pentagon mengklaim kapal tersebut, yang sebelumnya dikenal sebagai Bella 1, telah terlibat dalam "pelanggaran sanksi AS" terhadap Venezuela. Militer Inggris memberikan "dukungan" dalam penyitaan kapal tanker tersebut.
Kapal tersebut difoto sedang dikawal kapal Penjaga Pantai AS dan kapal tunda Inggris di Moray Firth –teluk segitiga besar yang terletak di utara dan timur Inverness – kata media tersebut saat mereka menerbitkan beberapa foto kapal tanker tersebut.
Seorang pejabat pemerintah Inggris mengatakan kepada BBC bahwa kapal tanker tersebut telah "memasuki perairan Inggris untuk diisi ulang dengan persediaan penting."
Kapal tersebut kemudian diperkirakan akan berlayar ke tempat lain, kata pejabat itu. Menurut laporan media, tujuan akhirnya masih belum diketahui.
Rusia sebelumnya mengakui penangkapan kapal tersebut. Kementerian Transportasi menyatakan Marinera telah menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Rusia pada 24 Desember.
Mereka juga menuduh Washington melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pekan lalu bahwa otoritas Amerika telah berulang kali diberitahu melalui saluran komunikasi resmi bahwa kapal tanker minyak tersebut berlayar di bawah bendera Rusia.
Moskow juga sangat keberatan dengan ancaman penuntutan terhadap awak kapal tanker di wilayah AS yang disuarakan para pejabat Amerika.
Awak kapal terdiri dari warga negara Rusia, Ukraina, dan India. Washington setuju membebaskan dua anggota awak Rusia setelah permintaan dari Kremlin.
AS pertama kali mengincar kapal tanker tersebut pada akhir Desember setelah dilaporkan mencoba mendekati Venezuela.
Pada saat itu, kapten menolak permintaan untuk naik ke kapal oleh Penjaga Pantai AS, dan mengubah haluan menuju Atlantik, yang mendorong militer Amerika melakukan pengejaran.
Baca juga: Trump Batalkan Pertemuan AS-Iran, Dorong Para Pengunjuk Rasa Mengambil Alih Institusi
(sya)
Lihat Juga :