AS Gunakan Senjata Misterius saat Culik Maduro, Bikin Tentara Venezuela Muntah Darah

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:34 WIB
loading...
A A A
“Kami berjumlah ratusan, tetapi kami tidak punya kesempatan,” katanya. “Mereka menembak dengan presisi dan kecepatan yang luar biasa—rasanya setiap prajurit menembakkan 300 peluru per menit.”

Kemudian datanglah senjata yang masih menghantuinya. “Pada suatu saat, mereka meluncurkan sesuatu—saya tidak tahu bagaimana menggambarkannya,” katanya. “Rasanya seperti gelombang suara yang sangat kuat. Tiba-tiba saya merasa kepala saya meledak dari dalam.”

Dampaknya langsung dan mengerikan. “Kami semua mulai mimisan,” katanya. “Beberapa muntah darah. Kami jatuh ke tanah, tidak bisa bergerak. Kami bahkan tidak bisa berdiri setelah senjata sonik itu—atau apa pun itu.”

Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan mengenai apakah unggahan Karoline Leavitt—dengan keterangan, “Hentikan apa yang sedang Anda lakukan dan bacalah ini…”—menunjukkan bahwa pemerintah sedang memverifikasi kebenaran kesaksian saksi mata tersebut.

Diperkirakan 100 pasukan keamanan Venezuela tewas dalam serangan 3 Januari, menurut Kementerian Dalam Negeri Venezuela.

Tidak jelas apakah ada di antara mereka yang tewas akibat senjata misterius tersebut.

Menurut kesaksian pengawal tersebut, para tentara Venezuela tidak berdaya ketika unit kecil AS menghabisi mereka.

“Ke-20 orang itu, tanpa satu pun korban jiwa, membunuh ratusan dari kami,” klaimnya. “Kami tidak punya cara untuk bersaing dengan teknologi mereka, dengan senjata mereka. Sumpah, saya belum pernah melihat yang seperti ini.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved