Politikus Ini Sarankan Pasukan Khusus Iran Tangkap Trump seperti Nicolas Maduro
Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengamati situasi ini dengan sangat cermat. Saya telah menyatakan dengan sangat tegas bahwa jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka."
"Itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras di titik lemah mereka. Jadi kami tidak ingin itu terjadi. Ada kasus seperti ini di mana Presiden Obama benar-benar mundur."
“Tapi ini adalah sesuatu yang luar biasa yang terjadi di Iran. Sungguh menakjubkan untuk disaksikan. Mereka telah melakukan pekerjaan yang buruk. Mereka telah memperlakukan rakyat mereka dengan sangat buruk, dan sekarang mereka sedang menerima balasannya. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi,” tambahnya.
“Sebaiknya kalian jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” kata Trump.
Kemudian, Peraih Nobel Perdamaian Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pihak berwenang di Teheran mungkin melakukan pembunuhan massal di bawah kedok pemadaman komunikasi yang meluas, mendesak pemerintah Barat untuk segera angkat bicara.
"Itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras di titik lemah mereka. Jadi kami tidak ingin itu terjadi. Ada kasus seperti ini di mana Presiden Obama benar-benar mundur."
“Tapi ini adalah sesuatu yang luar biasa yang terjadi di Iran. Sungguh menakjubkan untuk disaksikan. Mereka telah melakukan pekerjaan yang buruk. Mereka telah memperlakukan rakyat mereka dengan sangat buruk, dan sekarang mereka sedang menerima balasannya. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi,” tambahnya.
“Sebaiknya kalian jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” kata Trump.
Kemudian, Peraih Nobel Perdamaian Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pihak berwenang di Teheran mungkin melakukan pembunuhan massal di bawah kedok pemadaman komunikasi yang meluas, mendesak pemerintah Barat untuk segera angkat bicara.
Lihat Juga :