Tentara Suriah Serang Milisi Kurdi SDF di Sheikh Maqsoud Aleppo
Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:13 WIB
loading...
Tentara Suriah menyerang wilayah Kurdi. Foto/anadolu
A
A
A
DAMASKUS - Komando Operasi Tentara Arab Suriah mengatakan pasukannya telah memulai operasi militer di lingkungan Sheikh Maqsoud di Aleppo setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada para pejuang kurdi SDF.
Komando Operasi Tentara Arab Suriah mengatakan tiga tentaranya tewas dan 12 luka-luka dalam serangan SDF terhadap posisi mereka di Aleppo.
“Tentara berusaha menghentikan kejahatan organisasi SDF dengan mencapai kesepakatan dengan mereka yang menetapkan penarikan para pejuang mereka beserta senjata mereka, namun organisasi tersebut malah menargetkan bus sebanyak tiga kali, menembaki posisi tentara, dan menargetkan tentara mereka,” ungkap militer Suriah.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pengumuman dimulainya operasi militer di Sheikh Maqsoud setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada SDF.
Komando Operasi Angkatan Darat Arab Suriah mengklaim pejuang Kurdi di Sheikh Maqsoud telah membunuh lebih dari 10 pemuda Kurdi yang menolak mengangkat senjata bersama mereka, kemudian membakar mayat mereka untuk mengintimidasi penduduk lainnya.
Mereka mengklaim pembunuhan tersebut dilakukan pejuang SDF yang bekerja sama dengan anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang secara resmi meninggalkan perjuangan bersenjata selama 40 tahun melawan Turki pada bulan Mei.
Dalam pernyataan yang mengumumkan dimulainya operasi militer di Sheikh Maqsoud, angkatan darat menambahkan kebijakan SDF yang mengulur waktu, dan dugaan penargetan situs sipil daripada situs militer, secara signifikan mengurangi kemungkinan negosiasi perjanjian lebih lanjut dengan kelompok tersebut.
SDF membantah klaim angkatan darat Suriah bahwa sejumlah besar pejuang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bergabung dengan pasukan mereka di Sheikh Maqsoud. SDF juga membantah laporan mereka membunuh 10 pemuda Kurdi yang menolak berperang.
Dalam unggahan di akun X resminya, SDF mengatakan klaim tersebut merupakan bagian dari “kebijakan kebohongan dan disinformasi” pemerintah Suriah.
“Kami secara tegas dan tanpa ragu menegaskan mereka yang membela Sheikh Maqsoud adalah putra dan putri dari lingkungan itu sendiri, yang telah memikul tanggung jawab untuk melindungi keluarga, rumah, dan martabat mereka,” kata pernyataan itu.
SDF menggambarkan tuduhan tentara tentang pembunuhan pemuda Kurdi sebagai “upaya pencegahan” untuk menutupi pelanggaran mereka sendiri terhadap warga sipil.
“Pembunuhan, pembakaran, dan teror adalah metode yang sudah dikenal dan terdokumentasi dengan baik yang digunakan oleh faksi-faksi pemerintah Damaskus,” kata SDF.
Baca juga: Trump Tegaskan AS akan Kendalikan 55% Minyak Dunia
Komando Operasi Tentara Arab Suriah mengatakan tiga tentaranya tewas dan 12 luka-luka dalam serangan SDF terhadap posisi mereka di Aleppo.
“Tentara berusaha menghentikan kejahatan organisasi SDF dengan mencapai kesepakatan dengan mereka yang menetapkan penarikan para pejuang mereka beserta senjata mereka, namun organisasi tersebut malah menargetkan bus sebanyak tiga kali, menembaki posisi tentara, dan menargetkan tentara mereka,” ungkap militer Suriah.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pengumuman dimulainya operasi militer di Sheikh Maqsoud setelah berakhirnya tenggat waktu yang diberikan kepada SDF.
Komando Operasi Angkatan Darat Arab Suriah mengklaim pejuang Kurdi di Sheikh Maqsoud telah membunuh lebih dari 10 pemuda Kurdi yang menolak mengangkat senjata bersama mereka, kemudian membakar mayat mereka untuk mengintimidasi penduduk lainnya.
Mereka mengklaim pembunuhan tersebut dilakukan pejuang SDF yang bekerja sama dengan anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang secara resmi meninggalkan perjuangan bersenjata selama 40 tahun melawan Turki pada bulan Mei.
Dalam pernyataan yang mengumumkan dimulainya operasi militer di Sheikh Maqsoud, angkatan darat menambahkan kebijakan SDF yang mengulur waktu, dan dugaan penargetan situs sipil daripada situs militer, secara signifikan mengurangi kemungkinan negosiasi perjanjian lebih lanjut dengan kelompok tersebut.
SDF membantah klaim angkatan darat Suriah bahwa sejumlah besar pejuang Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bergabung dengan pasukan mereka di Sheikh Maqsoud. SDF juga membantah laporan mereka membunuh 10 pemuda Kurdi yang menolak berperang.
Dalam unggahan di akun X resminya, SDF mengatakan klaim tersebut merupakan bagian dari “kebijakan kebohongan dan disinformasi” pemerintah Suriah.
“Kami secara tegas dan tanpa ragu menegaskan mereka yang membela Sheikh Maqsoud adalah putra dan putri dari lingkungan itu sendiri, yang telah memikul tanggung jawab untuk melindungi keluarga, rumah, dan martabat mereka,” kata pernyataan itu.
SDF menggambarkan tuduhan tentara tentang pembunuhan pemuda Kurdi sebagai “upaya pencegahan” untuk menutupi pelanggaran mereka sendiri terhadap warga sipil.
“Pembunuhan, pembakaran, dan teror adalah metode yang sudah dikenal dan terdokumentasi dengan baik yang digunakan oleh faksi-faksi pemerintah Damaskus,” kata SDF.
Baca juga: Trump Tegaskan AS akan Kendalikan 55% Minyak Dunia
(sya)
Lihat Juga :