Khamenei Sebut Kerusuhan Bertujuan Menyenangkan Trump, Penguasa Arogan akan Tumbang

Jum'at, 09 Januari 2026 - 21:05 WIB
loading...
Khamenei Sebut Kerusuhan...
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Foto/x
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menuduh "penyabotase" yang didukung asing menghasut kekerasan selama kerusuhan baru-baru ini di Teheran. Dia memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa ia pada akhirnya akan digulingkan, seperti halnya "penguasa arogan" sebelumnya.

Berbicara pada hari Jumat (9/1/2026) di Imam Khomeini Hosseiniyeh di Teheran selama upacara peringatan pemberontakan Qom, Khamenei mengatakan kelompok-kelompok terorganisir telah berkumpul di berbagai bagian ibu kota pada malam sebelumnya dengan dalih protes, tetapi dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

Menurut pemimpin Iran, pertemuan tersebut terdiri dari puluhan dan, dalam beberapa kasus, ratusan individu yang terlibat dalam tindakan sabotase sejak awal, menargetkan properti publik dan swasta.

Dia mengatakan penghancuran itu disengaja dan bertujuan menyenangkan presiden AS dengan harapan intervensi asing.

"Satu-satunya pekerjaan orang-orang ini adalah sabotase," ujar Khamenei. “Mereka melakukannya untuk menyenangkan presiden Amerika dan berharap intervensinya. Jika dia tahu bagaimana menjalankan sebuah negara, dia akan menjalankan negaranya sendiri.”

Khamenei dengan tegas menolak tindakan mereka yang terlibat, menggambarkan mereka sebagai agen dan tentara bayaran yang bekerja atas nama kekuatan asing.

Dia mengatakan rakyat Iran sepenuhnya menolak tokoh-tokoh tersebut dan tidak akan mentolerir kolaborator yang bertindak melawan kepentingan nasional.



Merujuk langsung pada Trump, Khamenei memperingatkan sejarah akan terulang.

“Orang ini yang mengklaim dapat bertindak seperti bapak bangsa Iran harus tahu bahwa orang-orang arogan di dunia—seperti Firaun, Nimrod, Reza Khan, dan Mohammad Reza—digulingkan pada puncak kesombongan mereka. Dia juga akan digulingkan,” tegas dia.

Pemimpin Iran menekankan Republik Islam tidak akan mundur menghadapi kerusuhan, mengatakan negara itu didirikan melalui pengorbanan yang sangat besar dan tidak akan mundur “sedikit pun” dari prinsip-prinsipnya.

“Semua orang harus tahu bahwa Republik Islam berkuasa dengan darah ratusan ribu orang terhormat,” tegas Khamenei. “Ia tidak akan mundur menghadapi para penyabot.”

Menanggapi situasi yang lebih luas di negara itu, Khamenei mengakui protes awalnya muncul sebagai respons terhadap kondisi ekonomi, tetapi mengatakan protes tersebut telah disusupi oleh unsur-unsur kekerasan.

Ia mengatakan tindakan sabotase ini telah menyebabkan kerusakan yang meluas dan kematian anggota pasukan polisi Iran, sementara pihak berwenang terus mengejar mereka yang bertanggung jawab.

Khamenei juga merujuk pada perkembangan militer baru-baru ini, mencatat selama apa yang disebut perang 12 hari, lebih dari 1.000 warga Iran tewas.

Ia mengutip pernyataan Trump yang mengaku bertanggung jawab atas perintah serangan tersebut, mengatakan ini sama dengan pengakuan “tangan presiden AS berlumuran darah warga Iran.”

Ia menyimpulkan dengan mendesak persatuan, khususnya di kalangan pemuda Iran, menekankan kohesi nasional sangat penting untuk mengatasi tekanan eksternal dan upaya destabilisasi internal.

“Para pemuda yang terhormat, pertahankan kesiapan dan persatuan kalian,” kata Khamenei. “Bangsa yang bersatu akan mengalahkan musuh dan rencana jahat mereka.”

Baca juga: Iran Mencekam! Internet Mati Total di Seluruh Negeri Seiring Unjuk Rasa Meluas
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved