Terungkap! Maduro Diam-diam Kirim 127 Ton Emas Venezuela ke Swiss, Ini Alasannya

Kamis, 08 Januari 2026 - 10:46 WIB
loading...
Terungkap! Maduro Diam-diam...
Venezuela, di bawah rezim Presiden Nicolas Maduro, telah mengirim 127 ton emas ke Swiss antara tahun 2012 hingga 2016. Foto/Istana Miraflores/swissinfo
A A A
BERN - Venezueula, di bawah Presiden Nicolas Maduro, diam-diam telah mengirim hingga 127 ton emas ke Swiss antara tahun 2012 hingga 2016. Fakta ini terungkap setelah Maduro digulingkan dan dipenjara di Amerika Serikat (AS).

Emas sebanyak itu dikirim ke Swiss untuk diproses, disertifikasi, dan kemudian diangkut ke negara lain. Itu merupakan salah satu pengiriman emas terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Sejak 2017, tidak ada lagi emas dari negara Amerika Selatan tersebut yang tiba di Swiss.

Pengiriman emas tersebut bernilai hampir CHF4,7 miliar pada saat itu, sebagaimana dikutip dari swissinfo, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Emas 31 Ton Venezuela Dikuasai Inggris dan Jatuhnya Rezim Maduro

Meskipun pemerintah Venezuela dan Swiss tetap bungkam mengenai transfer emas tersebut, pengiriman telah terbukti berkat statistik bea cukai Swiss. Impor dan ekspor dicatat oleh otoritas bea cukai.

Emas yang dikirim ke Swiss berasal dari Bank Sentral Venezuela. Bank tersebut telah mengurangi cadangan emasnya lebih dari setengahnya dalam beberapa tahun terakhir; sebagian emas ini berakhir di Swiss dan kemudian ditransfer ke negara lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved