Negara NATO Ini Kesal AS Ingin Caplok Greenland: Berhenti Mengancam Sekutu Anda!
Senin, 05 Januari 2026 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kasus Greenland, Trump mengeklaim bahwa menjadikan wilayah Denmark itu bagian dari Amerika Serikat akan melayani kepentingan keamanan nasional AS, mengingat lokasinya yang strategis di Arktik.
Greenland juga kaya akan mineral penting yang digunakan di sektor teknologi tinggi.
Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer AS di Venezuela terhadap Greenland, Trump mengatakan bahwa itu terserah orang lain untuk memutuskan.
“Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” kata Trump.
"Tetapi kita memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kita membutuhkannya untuk pertahanan," imbuh dia.
Pada Sabtu malam, Katie Miller—istri dari wakil kepala staf Trump, Stephen Miller—mengunggah gambar kontroversial wilayah otonom Denmark dengan warna bendera AS di akun X-nya.
Unggahannya hanya memiliki satu kata di atasnya: “Segera”.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyebut unggahan tersebut “tidak sopan”.
“Hubungan antarbangsa dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional—bukan atas dasar isyarat simbolis yang mengabaikan status dan hak-hak kita,” katanya di X.
Greenland juga kaya akan mineral penting yang digunakan di sektor teknologi tinggi.
Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer AS di Venezuela terhadap Greenland, Trump mengatakan bahwa itu terserah orang lain untuk memutuskan.
“Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” kata Trump.
"Tetapi kita memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kita membutuhkannya untuk pertahanan," imbuh dia.
Pada Sabtu malam, Katie Miller—istri dari wakil kepala staf Trump, Stephen Miller—mengunggah gambar kontroversial wilayah otonom Denmark dengan warna bendera AS di akun X-nya.
Unggahannya hanya memiliki satu kata di atasnya: “Segera”.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyebut unggahan tersebut “tidak sopan”.
“Hubungan antarbangsa dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional—bukan atas dasar isyarat simbolis yang mengabaikan status dan hak-hak kita,” katanya di X.
Lihat Juga :