Pasukan Khusus AS Culik Maduro, Kim Jong-un Tembakkan Rudal Hipersonik Korut

Senin, 05 Januari 2026 - 10:47 WIB
loading...
Pasukan Khusus AS Culik...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pantau uji tembak rudal hipersonik pada hari Minggu setelah AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan pada hari Senin (5/1/2026) militernya telah menguji tembak rudal hipersonik yang dipantau langsung oleh sang pemimpin, Kim Jong-un, pada hari Minggu. Manuver rudal ini digelar setelah pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas pada hari Sabtu.

Korut mengecam operasi militer Washington tersebut, dengan mengatakan bahwa itu sekali lagi menunjukkan "sifat nakal dan brutal AS".

Banyak pakar mengatakan operasi AS tersebut kemungkinan akan mendorong Kim Jong-un untuk lebih memperluas kemampuan senjata nuklirnya yang menurutnya menjamin kelangsungan pemerintahannya dan kedaulatan negara dalam menghadapi permusuhan yang dipimpin AS.

Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

Ketika operasi militer AS berlangsung di Caracas, Korut juga menguji tembak rudal balistik yang berselang beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung berangkat ke China untuk pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping.

Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan latihan militer hari Minggu melibatkan sistem senjata hipersonik dimaksudkan untuk memeriksa kesiapannya, meningkatkan keterampilan operasional daya tembak pasukan rudal, dan mengevaluasi kemampuan operasional penangkal perang negara tersebut.

“Melalui latihan peluncuran hari ini, kita dapat memastikan bahwa tugas teknologi yang sangat penting untuk pertahanan nasional telah dilaksanakan,” kata Kim Jong-un, sebagaimana dilaporkan KCNA.

“Kita harus terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem senjata ofensif," lanjut Kim.

Kepemilikan senjata hipersonik yang berfungsi akan memberi Korut kemampuan untuk menembus perisai pertahanan rudal AS dan Korsel. Dalam beberapa tahun terakhir, Korut telah melakukan serangkaian uji coba untuk memperoleh senjata tersebut, tetapi banyak pakar asing mempertanyakan apakah rudal yang diuji telah mencapai kecepatan dan kemampuan manuver yang diinginkan selama penerbangan.

Dalam beberapa minggu terakhir, Korut menguji coba apa yang disebutnya rudal jelajah strategis jarak jauh dan rudal anti-pesawat baru serta merilis foto-foto yang menunjukkan kemajuan nyata dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya.

Para pengamat mengatakan Korut bertujuan untuk menunjukkan atau meninjau pencapaiannya di sektor pengembangan senjata menjelang kongres Partai Buruh yang berkuasa, yang pertama dalam lima tahun terakhir. Perhatian utama tertuju pada apakah Kim akan menggunakan kongres tersebut untuk menetapkan pendekatan baru dalam hubungan dengan AS dan melanjutkan pembicaraan nuklir Korut yang telah lama terhenti.

Program nuklir Korea Utara diperkirakan akan dibahas ketika Lee Jae Myung dan Xi Jinping bertemu untuk pada Senin sore. Kantor Lee sebelumnya mengatakan bahwa dia akan meminta China, sekutu utama Korut, untuk mengambil peran konstruktif dalam upaya mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea.

Selama uji tembak rudal hipersonik pada hari Minggu, Kim Jong-un membela upayanya untuk memperkuat program nuklir Korut. "Alasan mengapa hal itu diperlukan dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
China Uji Rudal Hipersonik,...
China Uji Rudal Hipersonik, Bisa Targetkan Pesawat Pengebom AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved