Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Amerika Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Minggu, 04 Januari 2026 - 07:16 WIB
loading...
A
A
A
"Saya telah melakukan beberapa operasi yang cukup bagus, tetapi saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Trump di Fox News beberapa jam setelah misi selesai.
Pentagon telah mengawasi penumpukan pasukan militer besar-besaran di Karibia, mengirimkan sebuah kapal induk, 11 kapal perang, dan lebih dari selusin pesawat tempur siluman F-35.
Secara total, lebih dari 15.000 pasukan telah dikerahkan ke wilayah tersebut untuk apa yang telah lama digambarkan oleh para pejabat AS sebagai operasi anti-narkoba.
Menurut salah satu sumber, ajudan senior Trump, Stephen Miller, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Direktur CIA John Ratcliffe membentuk tim inti yang menangani masalah ini selama berbulan-bulan dengan pertemuan dan panggilan telepon rutin—kadang-kadang setiap hari. Mereka juga sering bertemu dengan presiden.
Pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, Trump dan para penasihatnya berkumpul saat sejumlah pesawat AS lepas landas dan melakukan serangan terhadap target di dalam dan dekat Caracas, termasuk sistem pertahanan udara, menurut seorang pejabat militer AS.
Trump mengatakan kepada acara "Fox & Friends" di Fox News Channel bahwa jumlah pesawat AS yang terlibat sangat besar.
"Kami memiliki jet tempur untuk setiap kemungkinan situasi," kata Trump.
Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa selain jet tempur, Pentagon juga diam-diam telah bergerak ke wilayah tersebut untuk mengisi bahan bakar pesawat tanker dan pesawat nirawak, serta pesawat yang khusus dalam pengacakan elektronik.
Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa serangan udara tersebut mengenai target militer. Gambar yang diambil oleh Reuters di pangkalan udara La Carlota di Caracas menunjukkan kendaraan militer yang hangus dari unit anti-pesawat Venezuela.
Operasi Besar-besaran AS
Pentagon telah mengawasi penumpukan pasukan militer besar-besaran di Karibia, mengirimkan sebuah kapal induk, 11 kapal perang, dan lebih dari selusin pesawat tempur siluman F-35.
Secara total, lebih dari 15.000 pasukan telah dikerahkan ke wilayah tersebut untuk apa yang telah lama digambarkan oleh para pejabat AS sebagai operasi anti-narkoba.
Menurut salah satu sumber, ajudan senior Trump, Stephen Miller, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Direktur CIA John Ratcliffe membentuk tim inti yang menangani masalah ini selama berbulan-bulan dengan pertemuan dan panggilan telepon rutin—kadang-kadang setiap hari. Mereka juga sering bertemu dengan presiden.
Pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, Trump dan para penasihatnya berkumpul saat sejumlah pesawat AS lepas landas dan melakukan serangan terhadap target di dalam dan dekat Caracas, termasuk sistem pertahanan udara, menurut seorang pejabat militer AS.
Trump mengatakan kepada acara "Fox & Friends" di Fox News Channel bahwa jumlah pesawat AS yang terlibat sangat besar.
"Kami memiliki jet tempur untuk setiap kemungkinan situasi," kata Trump.
Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa selain jet tempur, Pentagon juga diam-diam telah bergerak ke wilayah tersebut untuk mengisi bahan bakar pesawat tanker dan pesawat nirawak, serta pesawat yang khusus dalam pengacakan elektronik.
Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa serangan udara tersebut mengenai target militer. Gambar yang diambil oleh Reuters di pangkalan udara La Carlota di Caracas menunjukkan kendaraan militer yang hangus dari unit anti-pesawat Venezuela.
Lihat Juga :